PELAIHARI, banuapost.co.id– Ibu dan anak warga
Jorong, Kabupaten Tanah Laut, meregang
nyawa di tempat kejadian setelah sepeda motor yang dikendarai bertabrakan
dengan bus mini yang membawa belasan wisatawan asal Kuala Kapuas, Kalteng, Sabtu
(20/7) sore.
Saat musibah terjadi sekitar pukul
16:00 Wita, Ny Durwati mengemudikan motor matic Aerox, DA 6341 LBZ, ditumpangi
Rina, anaknya yang baru berusia 6 tahun dan Ruspina kakak korban. Tiga orang
ini rencanannya ingin ke Banjarbaru.
Saat melintas di ruas Trans-Kalimantan, kawasan Desa
Alur, sepeda motor yang dikemudikan Ny Durwati berpapasan dengan bus mini, DA
8063 HH.
Bus mini yang dikemudikan Anjay, warga Kuala Kapuas,
tengah mengangkut 22 penumpang asal Kuala Kapuas yang ingin berwisata ke Pantai
Asmara, Muara Asam-Asam.
Entah apa penyebabnya, motor Aerox yang dikemudikan
korban berbenturan dengan bus mini. Akibat benturan di sisi kanan bus mini,
ketiga pengendara motor terpental.
Ny Durwati dan putriny, Rina, menurut warga yang
pertama mendekati lokasi, sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Kepala korban
diduga terbentur hebat pintu bus, karena di pintu bis terlihat bercak darah. Sedang
Ruspina, kakak korban, juga mengalami luka di bagian kepala. Namun tidak
separah Ny Durwati.
Karena kondisi Ruspina cukup menghawatirkan, ia
segera diangkut ke RSUD Hadji Boejasin Pelaihari. Sedang Ny Durwati dan anaknya,
menunggu ambulan berikutnya.
Ita salah seorang penumpang bus mengungkapkan, motor
yang dikemudikan korban cukup kencang. Sementara korban terlihat sambil ngobrol
saat memacu kendaraan.
“Sebelum terjadi benturan dengan bus yang kami
tumpangi, saya sempat melihat pengemudi
motor ngobrol sambil berpaling ke belakang,” kata Ita yang tampak masih
gemetar.
Sementara Ulipsu, suami korban, mengaku mengetahui
musibah yang dialami istrinya setelah mendapat telepon dari iparnya. Menurut
Ulipsus, istri, anak dan iparnya, ingin pergi ke Banjarbaru.
“Saya mendapat telepon dari ipar tentang musibah
yang dialami istri saya,” kata Ulipsu yang sempat terlihat emosi ketika tiba di
lokasi kejadian.
Karyawan perusahaan tambang itu, sempat mencari
sopir bus. Namun setelah dijelaskan sopir diamankan di Polsek Jorong, Ulipsu
segera mengevakuasi istri dan anaknya ke RSUD Hadji Boejasin.
Kapolsek Jorong, Iptu Sufian, yang
diminta konfirmasinya, membenarkan tengah
menangani musibah tabrakan di wilayahnya itu.
Menurut kapolsek, pihaknya membantu polantas
mengumpulkan data di lapangan, sampai proses evakuasi korban tewas maupun
korban selamat.
“Anggota kami hanya membantu mendata
para korban dan mengamankan sopir bus. Setelah itu kasusnya akan diserahkan
pada Satlantas Polres Tala,” jelas lapolsek. (zkl/foto: zul yunus)
