JAKARTA, banuapost.co.id–
Manuver Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, yang mencalonkan Anies Baswaden
dalam pencapresan 2024, dinilai mengancam persatuan Indonesia.
Penilaian itu dikemukakan Wasekjen Keluarga Besar
Marhaenis, Cahyo, yang diminta penjelasannya di Jakarta, Kamis (25/7).
“Karena seperti yang kita ketahui bersama, pasca pemilu
justru Pak Jokowi yang gigih dalam mewujudkan persatuan Indonesia, setelah pembelahan
publik dengan istilah cebong dan kampret,” ujar Cahyo.
Padahal, lanjut Cahyo, pertemuan Jokowi dan Prabowo di
MRT, telah cukup membuat masyarakat
tentram dan membuat suasana perpolitikan nasional menjadi sejuk dan kondusif.
“Pertemuan Jokowi dan Prabowo, beberapa waktu lalu, telah
mengakhiri pusaran besar dua pendukung masing-masing capres 2019 tersebut,” imbuhnya.
“Meski diketahui hal tersebut kurang disukai para
radikalisme, ekstrimisme, provokator dan penumpang gelap,” sambung Cahyo.
Selain itu, tambah Cahyo, sangat tidak lazim memberikan
dukungan politik pencapresan untuk 2024, karena presiden terpilih, Joko Widodo,
akan dilantik pada periode kedua, Oktober mendatang.
Dukungan dalam pertemuan tersebut, sudah barang tentu menimbulkan
kekecewaan. Selain tidak sesuai dengan maindstream narasi pikiran publik, juga
bertolak belakang dengan alur politik
persatuan Indonesia yang tengah gencar-gencarnya diwujudkan Jokowi dalam mengobati
residu politik pasca pemilu 2019. (*/yb/foto:
ist)
