PELAIHARI, banuapost.co.id–
Empat ruko di Jl Pintu Air, Pelaihari, Tanah Laut, ludes diamuk si jago merah,
Jumat (23/8) malam. Untuk menjinakan api, petugas pemadam kebakaran terpaksa
ekstra waspada. Pasalnya salah satu kios, berisi tabung gas melon 3 kilogram.
Api berkobar sekitar pukul 19:20 Wita atau beberapa saat sebelum
warga menunaikan ibadah Salat Isya. Baru dapat dikuasai hampir satu jam kemudian,
setelah menghanguskan kios milik Yanti, Sumadi, Pardi dan Amat.
Mendapat laporan kebakaran, petugas dari Dinas Satpol PP dan
Damkar Tala, BPBD Tala, Pemadam Swadaya Masyarakat dan satu unit Armaoured
Water Cannon milik Sat Sabhara Polres Tala, berdatangan.
Namun setibanya di tempat kejadian, petugas pemadam terpaksa menunggu
suara ledakan tabung gas reda. Akibatnya, api sempat membakar tiga bangunan
lainnya.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran, Dinas Satpol PP dan Damkar Tala,
Toni Permana, tak menampik petugas
gabungan sempat menahan diri untuk melakukan pemadaman karena ledakan gas lpg 3 kilogram.
“Wajar, sebagai manusia anggota kami dan petugas pemadam lainnya,
harus lebih waspada agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata
Toni ketika dikonfirmasi seusai
pemadaman.
“Setelah suara ledakan berhenti, petugas kami dan anggota
pemadam kebakaran lainnya, segera memblokade api agar tidak merembet ke
bangunan lain,” tambah Toni.
Meski terdengar ledakan dari tabung gas 3 kilogram, tidak
terdapat korban jiwa dalam musibah ini. Sementara musibah kebakaran, masih ditangani jajaran Polres
Tala. (zkl/foto: zul yunus)
