CIREBON, banuapost.co.id–
Ibu Negara Iriana Joko Widodo, memuji peran para kader Posyandu dan
Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dalam menurunkan angka stunting di
wilayah tempat mereka mengabdi.
Hal tersebut disampaikan Iriana saat berdialog dengan
peserta Sosialisasi Konvergensi Pencegahan Stunting di Desa, yang digelar di
The Radiant, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Kamis (3/10).
“Kira-kira berapa persen (angka stunting) yang di
Cirebon? Ibu-ibu Posyandu pasti tahu,” tanya Ibu Negara.
“Sepuluh persen,” kata para kader Posyandu
serempak.
“Oh sudah turun, Alhamdulilah. Karena ibu-ibu semua
sudah turun ke lapangan,” lanjut Iriana, disambut riuh tepuk tangan
peserta.
Sementara dalam laporannya, Ketua Bidang II OASE KK, Gusti
Ayu Bintang Puspayoga mengatakan, kegiatan sosialisasi pencegahan stunting ini
diadakan karena pengentasan stunting merupakan program prioritas nasional untuk
mewujudkan visi SDM Unggul Indonesia Maju.
“Kami bergerak. Kami sudah sosialisasi ke daerah.
Stunting ini tidak hanya tentang tinggi badan, tapi juga pertumbuhan dan
perkembangan otak,” katanya.
Mengutip data Kementerian Kesehatan, stunting adalah
masalah kurang gizi kronis yang disebabkan kurangnya asupan gizi dalam waktu
yang cukup lama.
Sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak,
yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.
Prevalensi stunting Indonesia berdasarkan hasil
Pemantauan Status Gizi (PSG) 2016, mencapai 27,5 persen. Sementara menurut Organisasi
Kesehatan Dunia (WHO), masalah kesehatan masyarakat dapat dianggap kronis bila
prevalensi stunting lebih dari 20 persen.
Artinya, secara nasional masalah stunting di Indonesia
tergolong kronis, terlebih lagi di 14 provinsi yang prevalensinya melebihi
angka nasional.
Turut hadir dalam acara tersebut, Hj Mufidah Jusuf Kalla, para istri menteri yang tergabung dalam Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE KK), dan istri Gubernur Jawa Barat, Atalia Ridwan Kamil. (yb/din/foto: muchlis jr)
