PELAIHARI, banuapost.co.id– Sepanjang
musim kemarau 2019, sudah 1.200 hektare lebih lahan yang terbakar di Kabupaten
Tanah Laut. Begitupun dengan menjelang masuknya musim penghujan, kebakaran
lahan masih terjadi sampai 6 kali dalam satu hari.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan
Bencana Daerah (BPBD) Tala per Senin 21 Oktober 2019, jumlah kebakaran lahan
dan hutan di Tala terjadi sudah 500 kali dengan luas lahan yang terbakar
1.204,9 hektare.
Pada Ahad (20/10) ada 5 kali kebakaran
lahan. Sementara Senin (21/10), terjadi 6 kebakaran.
Kecamatan Bati-Bati menjadi penyumbang
titik api terbanyak dengan 152 kali, dan lahan yang terbakar 467,48 hektare.
Terbanyak kedua ditempati Jorong dengan jumlah titik api 89 dan lahan yang
terbakar 143,35 hektare. Sementara Tambang Ulang menempati posisi ketiga dengan
56 titik api dan lahan terbakar 182,4 hektare.
Selain semak belukar yang terbakar,
api juga menghanguskan kawasan hutan. Sepanjang kemarau terjadi 5 kali
kebakaran hutan dengan luas yang terbakar mencapai 17,5 hektare.
Menurut
Kepala Pelaksana BPBD Tala, M Kusri, mulai Selasa (22/10), posko satgas
karhutla di Desa Gunung Raja, Kecamatan, Tambang Ulang, dibongkar untuk bergabung
di Posko Bati-Bati.
“Meski
Posko Satgas Karhutla Gunung Raja ditutup, anggota BPBD tetap siaga di Posko
Bati-Bati,” tegas M Kusri, Selasa (22/10).
Menurut
M Kusri, titik api pada Oktober sudah mulai menurun dibandingkan bulan
sebelumnya. Bahkan pada September, titik api yang muncul ada yang mencapai 11
kali dalam satu hari.
“Selain
menghadapi penanggulangan kebakaran lahan dan hutan, kami juga mengerahkan
armada untuk menyuplai air bersih kepada warga yang membutuhkan,” ujarnya.
Untuk
memenuhi kebutuhan air bersih warga yang mengalami kekeringan, BPBD Tanah Laut
mendapat bantuan armada truk tangki dari PDAM Tala, Dinas Sosial, dan Polres
Tala. (zkl/foto: zul yunus)
