BANJARMASIN, banuapost.co.id–
Bupati HSU, Abdul Wahid HK, tak menampik akan ada sedikit tarik ulur di internal
Partai Golkar, menyusul pencalonannya sebagai bakal calon Wakil Gubernur Kalsel
dalam Pilkada 2020.
Tarik ulur di internal partai berlambang pohon beringin
itu, karena dalam persaingan perebutan kursi Kalsel 2 di Pilkada provinsi
tertua di Pulau Kalimantan ini, setidaknya ada dua kader yang sudah mencalonkan
diri sebgai pendamping H Sahbirin Noor, sekaligus petahana untuk kali kedua.
Namun demikian, pria kelahiran
Amuntai, 27 Februari 1960, tetap berharap persaingannya dengan sesama kader di
partai berlambang pohon beringin, tidak akan merusak harmonisasi yang sudah
terjalin baik.
“Insya Allah, pemikirannya hanya untuk
membantu Paman Birin, sapaan akrab H Sahbirin Noor, dalam mewujudkan programnya
mensejahterakan masyarakat Kalsel dengan program BERGERAK-nya di kepemimpinan
ke duanya,” ujar Awa, sapaan akrabnya selama menjadi seorang jurnalis, seusai penyerahan
fotmulir pendaftaran Bacawagub Kalsel 2020 – 2025 di DPD Partai Golkar, Selasa
(15/10) sore.
Menurut penguasa kabupaten di murung (pertemuan, Red.) antara Sungai
Negara, Sungai Tabalong dan Sungai Balangan, yang masih menjalani dua periode
sebagai Bupati HSU itu, keikutsertaannya meramaikan bursa calon Wakil Gubernur
Kalsel i2010 – 2025, tentunya dengan niat dan itikad baik.
“Jadi karena niatnya baik, Insya Allah
hasilnya pun akan baik,” ujar Awa menjawab pertanyaan banuapost.co.id soal kalkulasi politik apa sehingga berani mencalonkan
diri bersaing dengan sesama kader Partai Golkar dan kandidat kuat kader PDI-P
Kalsel, Rosehan NB. (yb/asi/foto: sasi)
