BANJARMASIN, banuapost.co.id– Sebagai hasil kesepakatan pendiri bangsa, Negara Indonesia berideologi Pancasila. Sehingga bila ada pandangan yang tidak sejalan atau ingin mengganti Pancasila, maka jangan menjadi bagian dari negara ini.
Soal Negara Pancasila ini dikemukakan secara tegas oleh Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Ikatan Sarjana
Nahdlatul Ulama (ISNU), Ali Masykur Musa. usai melantik, Pengurus Cabang (PC) ISNU
kabupaten/kota se Kalsel, Minggu (1/12).
Menurut politisi PKB yang beberapa kali duduk di kursi
DPR RI ini, ISNU harus hadir melawan opini-opini yang pandangan keagamaannya
tidak sejalan dengan negara dalam hal ini Pancasila.
“Bahkan ISNU harus bisa menjadi tempat bertemunya orang
bertanya Islam yang benar itu yang bagaimana? Hubungan negara dengan Islam yang
benar itu bagaimana? ISNU harus bisa menjawab itu,” imbuhnya.
Poin berikutnya, lanjut Ali Masykur, ISNU harus bisa
mengembangkan kemandirian ekonomi. Karena dengan kemandirian ekonomi, maka ISNU
tidak bisa diintervensi.
“Ketiga, ISNU mengembangkan SDM. Kalau SDM-nya kuat dan
hebat, ISNU akan mendapat kepercayaan. Itulah tiga poin yang saya tekankan
kepada pengurus ISNU. Khususnya yang baru dilantik ini,” tandas mantan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI
periode 2009 -2014.
Dilantiknya PC ISNU kabupaten/kota se Kalsel ini, seiring
dengan selesainya Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU) se-Kalsel 2019
gelombang pertama, sejak Jumat (29/11).
Pasca mengikuti madrasah yang dihelat ISNU, menjadi
kewajiban bagi kader NU sebelum menjadi pengurus ISNU. 75 peserta membentuk 7 kepengurusan
cabang, yakni Kota Banjarmasin dan Banjarbaru, Kabupaten Barito Kuala, Hulu
Sungai Utara, Tanah Laut, Tanah Bumbu, serta Kotabaru.
Di gelombang pertama MKNU Kalsel yang merupakan angkatan
ke-187 secara nasional ini, diikuti 75 peserta. Namun dari 30 jam pelaksanaan, hanya 63 kader
yang dinyatakan lulus.
Menurut Ketua Pimpinan Wilayah (PW) ISNU Kalsel, Muhammad
Ahsin Rifa’I, dalam waktu segera kembali digelar MKNU gelombang berikutnya.
Karena kader NU yang ingin masuk dalam kepengurusan NU, wajib mengikuti MKNU.
Begitu pula pengurus dan anggota ISNU.
“Dari gelombang berikutnya, kami juga berharap terbentuk
lagi PC ISNU yang saat ini belum ada. Kita tahu, di Kalsel ada 13 kabupaten-kota.
Saat ini, baru ada tujuh PC ISNU yang terbentuk. Sehingga ke depan, akan
dibentuk 6 PC ISNU lagi,” jelas akademis ULM ini. (emy/foto: deny)
