BANJARMASIN, banuapost.co.id– Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provonsi Kalsel, memggelar Job Fair 2020 di Halaman Gedung Sultan Suriansyah. Kegiatan dibuka Gubernur Kalsel,H Sahbirin Noor, Rabu (26/2) pagi.
Hadir di kegiatan pembukaan ini, selain Kapolda Kalsel, Irjen Pol Yazid Fanani, juga Ketua DPRD H Supian HK, Danlanal Banjarmasin, Danlanut Syamsudin Noor, serta perwakilan Korem 101/Antasari.
Job Fair 2020 iikuti lebih 50 perusahaan dengan 2.962
lowongan perkerjaan. Perusahaan yang ikut bergabung dalam event, sawit, pertambangan,
PT Jhonline, Banua Multi Guna, Bank Danamon, PT Telkom, Gojek lokal Rajagoal
Banjarmasin. Event digelar hingga 28 Februari mendatang.
Job Fair kali ini merupakan ke-4 dihelat Dinas Tenaga
Kerja, seiring dengan terus meningkatnya para pencari kerja. Meski demikian, menurut
Kadis Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kalsel, H Siswansyah, 2017 tingkat
pengangguran terbuka di Kalsel mencapai 4,77 persen.
“Sedang untuk angka pengangguran terbuka di 2019,
turun menjadi 4.31 persen,” jelasnya.
Menurut Siswansyah, rendahnya angka kualitas kerja di Kalsel
menjadi salah satu kendala mendapat pekerjaan, baik di sektor formal maupun
sektor informal.
Dalam job fair kali ini, tidak hanya menyediakan loker di
dalam kota ataupun dalam negeri. Tetapi juga loker untuk bermigrasi ke luar
negeri, khususnya ke Timur Tengah.
“Jadi bagi yang bersedia, ada juga lowongan di
beberapa negara Asia. Jika berminat bermigrasi” ujar Gubernur Kalsel, H Sahbirin
Noor, ketika memberikan sambutan.
Sedangt perwakilan Kementerian Tenaga Kerja, Drs Aris
Wahyudi, mengeluhkan banyaknya perusahaan yang mencari tenaga kerja lulusan S1.
Padahal tujuan pemerintah membangun SMK, politeknik atau
sekolah tingkat tersebut, berharap lulusannya langsung bekerja tanpa melanjutkan
ke perguruan tinggi.
“Tetapi sayang fakta yang berlaku di lapangan, kebanyakan
masih mencari lulusan S1,” tandas Aris Wahyudi.
Karena kondisi demikian, lanjut Aris, Kementerian Tenaga
Kerja mendorong perusahaan-perusahaan untuk tidak lagi mensyaratkan pendidikan.
Tapi mengutamakan syarat kompetensi melalui pelatihan, praktik, ataupun magang.
Dalam acara tersebut, sebanyak 118 perusahaan memperoleh
penghargaan, yakni 93 perusahaan mendapatkan penghargaan program zero accident,
dan 25 perusahaan mendapatkan penghargaan untuk program P2HIV-AIDS. (oie/foto: olive)