PALANGKA RAYA, banuapost.co.id– Pageblug virus korona masih belum terlihat mereda. Bahkan ada kecenderungan terus bertambah. Kondisi ini karena masyarakat masih menganggap remeh akan keberadaan virus mahkota yang mematikan tersebut.
Oleh sebab itu, selama masyarakat tidak mengindahkan imbauan pemerintah pusat maupun daerah, upaya bersama memutus mata rantai penyebaran virus asal Provinsi Wuhan, Tiongkok, akan berjalan panjang. Bahkan tidak menutup kemungkinan, korban jiwa pun akan semakin banyak.
Seperti misalnya yang menyerang masyarakat Kalteng. Sebagaimana data Media Center Gugus Tugas Penanganan Cocid-19 melalui website resminya, corona.kalteng.go.id, Jumat (10/4) sore pukul 15:00 WIB, ada 25 kasus yang terkonfirmasi positif terinfeksi.
Dari 25 kasus, 8 orang di antaranya dinyatakan sembuh. Sementara 1 orang lainnya, meninggal dunia. Pasien yang meninggal merupakan warga Kabupaten Kapuas, MA, dengan riwayat perjalanan mengikuti acara keagamaan di Kabupaten Gowa, Sulsel.
Pria berusia 74 tahun tersebut, sebelumnya PDP. Dia meninggal dunia, Rabu (8/4)) tengah malam. Kepastian akibat terpaparnya virus korona ini, setelah hasil swab diterima Dinas Kesehatan Kalteng.
Soal terpaparnya virus korona ini, juga dibenarkan Kepala Bidang Humas RSUD dr Doris Sylvanus, dr Riza Syahputra, Kamis (9/4) pagi, ketika menjawab awak media.
Untuk kasus Pasien Dengan Pengawasan (PDP), sejak Jumat (19/4), berjumlah 69 orang. Mereka dirawat di 4 rumah sakit rujukan Covid-19, baik di Kota Palangka Raya, Pangkalan Bun, Sampit, maupun Muara Teweh.
Sedang jumlah kasus Orang Dalam Pengawasan (ODP), tercatat sebenyak 639 orang.
Tidak ada keterangan lain yang dikeluarkan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kalteng. Dalam peta penyebaran hanya dituliskan agar dijadikan informasi masyarakat, dan harapan jadi kewaspadaan bersama. (yb/din/foto: ist)