BANJARMASIN, banuapost.co.id– Jumlah Pasien Dengan Pengawasan (PDP) Covid-19 di Kalsel yang meninggal dunia, kali ini seorang dokter gigi.
Sempat menjalani menjalani isolasi di RSUD Ulin, dokter gigi berusia 47 tahun dengan identitas Ulin 23 , meninggal dunia Sabtu (4/4) pagi sekitar pukul 08:30 Wita.
“Tapi sampai saat ini kami belum menerima hasil uji speciemen almarhum yang sudah dikirim ke Litbang Kemenkes RI. Sehingga kami belum tahu apakah yang bersangkutan terkonfirmasi positif atau negatif,” kata Sekretaris Tim Gugus Tugas Pencegahan Pengendalian dan Penanganan Covid 19 Kalsel, M Muslim, Sabtu (4/4) sore.
Sebelumnya, tercatat ada tiga PDP di Kalsel yang juga meninggal dunia saat di isolasi di rumah sakit. Mereka, , pasien Ulin 6, 12 dan 26. Untuk Ulin 6 dan 12, belakang dinyatakan negatif terinfeksi virus korona dari hasil uji specimennya.
“Sedang pasien Ulin 26 dan yang terakhir Ulin 23, masih menunggu hasil laboratorium,” imbuh Muslim.
Menurut muslim, jumlah PDP di Kalsel hingga sekarang ini berjumlah sembilan orang. Atau bertambah tiga dari sehari sebelumnya yang berjumlah enam PDP.
Tambahan tiga PDP ini, dua asal Kabupaten Batola dan di isolasi di RSUD Abdul Aziz. Kedua PDP dengan identitas AZ sesuai nama rumah sakit mereka dirawat.
“AZ 1, laki-laki usia 59 tahun. Sedang AZ 2, juga laki-laki usia 45 tahun. Saat ini kondisi keduanya relatif stabil,” ujar Muslim.
PDP tambahan lainnya, satu orang dari Kabupaten Tapin yang dirawat di RSUD Datu Sanggul, Rantau. Pasien DS 1 ini, seorang laki-laki 60 tahun dengan kondisi stabil.
Sedang PDP sebelumnya, berjumlah enam orang. Terdiri dari 5 PDP asal Banjarmasin, serta satu orang dari Tabalong.
Namun untuk PDP asal Banjarmasin, hanya empat yang dirawat di RSUD Ulin. Sedang seorang lagi di isolasi di RSUD M Anshari Saleh dengan identitas MAS 1.
Selanjutnya untuk pasien terkonfirmasi positif, jumlahnya tetap 8 orang. Termasuk dua pasien terkonfirmasi positif karena kontak dekat dengan Ulin 1, yakni K1 dan K2 yang hingga kini masih menjalani isolasi mandiri.
Sementara untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 1.386. Bertambah 19 orang dari sehari sebelumnya yang berjumlah 1.367 ODP. (emy/foto: ist)