PELAIHARI, banuapost.co.id– Bom babi merobek mulut dua ekor sapi warga Desa Panggung Baru, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut. Benda berbahaya itu, diletakkan di dekat lapangan sepakbola Desa Panggung Baru.
Peristiwa yang sempat membuat geger warga RT 06 itu, terjadi dua hari beruntun. Kejadian pertama, Kamis (2/4), sedang kejadian kedua, Jumat (3/4).
Pada kejadian pertama, Arbani mendiamkan meski enimpa sapinya. Warga RT 3 RW 02 itu, tidak ingin memperpanjang masalah, dan menjual sapi betina yang robek mulutnya seharga Rp 7 juta.
Kejadian kedua, Jumat (3/4) sekitar pukul 08.00 Wita atau beberapa saat setelah Firman, kakak Arbani, melepas sapi di pinggir lapangan sepakbola Desa Panggung.
Lelaki berusia 30 tahun itu kaget mendengar suara ledakan yang datangnya dari arah sapi yang baru digembalakannya.
Ia pun bergegas melihat ke lokasi sapi yang baru ditinggalkannya, dan mendapatkan sapi milik adiknya sudah robek mengeluarkan darah di mulut.
Takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, Firman langsung menghubungi Kades Panggung Baru. Aparat desa kemudian menghubungi Polsek Pelaihari.
Karena adanya bom rakitan, petugas dari Polres Tala kemudian berkordinasi dengan Brimob Polda Kalsel untuk mengamankan lokasi.
Dalam penyisiran, petugas menemukan dua bom babi yang sudah meledak dan satu yang masih utuh. Sedang lima benda lainnya, berupa racun yang ditempatkan di dalam buah jambu.
Satu bom yang belum meledak akhirnya diledakkan anggota Brimob Polda Kalsel. Sedang racun yang dibuat dalam buah jambu dibawa petugas Polres Tala untuk diselidiki.
Sapi yang mengalami robek di mulut terpaksa dijual murah oleh Arbani kepada pembeli dengan harga Rp 4 juta, jauh dari harga pasaran sapi yang biasa dikisaran Rp11 juta per ekor.
“Saya sebenarnya sudah tidak ingin masalah ini mencuat kepermukaan, mungkin ada yang tidak senang dengan berkeliarannya sapi saya,” kata Arbani, Sabtu (4/4).
“Namun saya tidak tahan lagi untuk mendiamkan masalah ini, saat sapi betina saya yang kedua kembali mengalami nasib serupa,” imbuh Arbani menjelaskan mengapa ia sampai mengadukan masalah ini.
Menurut Arbani masih untung yang jadi korban hanya hewan piaraan. Bagaimana kalau bom-bom yang diletakkan sembarangan itu mengenai warga.
“Tidak kebayang oleh saya kalau bom babi itu terinjak warga,” kata Arbani, seraya menegaskan, merasa tidak ada musuh di desa tempatnya tinggal.
Arbani juga terpaksa menjual sapi jantan miliknya dengan harga murah. Saat ini ia tinggal memelihara satu anak sapi yang masih kecil.
Sementara itu Kabag Ops Polres Tala, Kompol Novy Adi Wibowo, membenarkan ada warga yang melaporkan sapinya termakan bom babi.
“Benar, kemarin ada sapi yang termakan bom babi. Lokasinya sudah dilakukan penyisiran oleh tim Gegana Brimob Polda Kalsel,” kata Kompol Novy.
Saat ini lokasi ditemukannya bom babi yang melukai dua ekor sapi warga itu. sudah diberi garis polisi. Sementara kasusnya, masih ditangani jajaran Polres Tala. (zkl/foto: ist)