PALANGKA RAYA, banuapost.co.id– Di tengah pageblug virus korona yang kini sudah merambah di 32 provinsi di Indonesia, termasuk Kalteng, khususnya Kota Palangka Raya, dimanfaatkan betul segelintir orang untuk mengais rezeki.
Tidak ada salahnya memang. Karena apa yang dilakukan hanya sekadar agar dapur rumah selalu berasap. Bukan dengan jalan pintas yang justeru menyusahkan. Misalnya melakukan tindak kejahatan dengan dalih memenuhi susu anak.
Masker atau penutup hidung dan mulut, kini benar-benar jadi primadona. Selalu dicari untuk menjaga kesehatan, terutama bagi mereka yang banyak beraktivitas di luar rumah.
Terlebih lagi dengan munculnya kebijakan pemerintah, baik pusat maupun daerah, keharusan memakai masker kalau keluar rumah.
Keprimadonaan inilah yang benar-benar dimanfaatkan pedagang dadakan di beberapa ruas jalan protokol di Kota Palangka Raya, salah satu kota di Kalteng yang kini berstatus zona merah, akibat virus asal Provinsi Wuhan, Tiongkok yang mematikan itu.
Persoalan standartnya masker sebagaimana anjuran dalam dunia kesehatan, sekarang ini tak penting. Selama bentuknya dapat menutup hidung dan mulut, apalagi dengan corak dan warna yang unik, pasti jadi duit. Seperti itulah pemikiran Muji dan Norman serta pedagang lainnya.
Jika sebelumnya di antara mereka berdagang ikan hias dan mainan, untuk sementara ini beralih jadi pedagang masker yang barangnya dibeli dari Jakarta atau pengrajin di Kaslel.
“Keuntungan bersih per hari sampai Rp 120 ribu,” ujar Muji ketika ditemui di Jl Tjilik Riwut Km 1 Kota Palangka Raya, Kamis (9/4) pagi.
Harga jual maskernya pun bervariasi. Untuk masker biasa atau masker medis Rp 5.000 per lembar. Sedang masker kain dengan corak dan warna unik, Rp 10.000 hingga Rp 20.000 per lembar.
“Untuk barang kita membelinya dari pengrajin di Jakarta atau di Kalsel,: jelas Norman, pedagang lainnya di jalan tersebut.
Keduanya tak menampik, berkat berdagang masker dadakan ini, kondisi dapur rumah tangga mereka dapat bertahan alias kompor masih mampu diasapi. “Yang penting rejekinya halal Mas. Dari pada berbuat yang tidak-tidak ujungnya penjara, malah menyusahkan keluarga,” ucap Muji bercanda, namun seperti mengingatkan. (yb/din/foto: ist)