BANJARMASIN, banuapost.co.id– Tiap minggu, bahkan hingga sampai tiga kali, sosialisasi pencegahan Covid-19 dilakukan Kelurahan Melayu, Banjarmasin Tengah.
Tentunya agar warga sadar akan bahaya virus asal Provinsi Wuhan, Tiongkok, yang sudah banyak menelan korban jiwa di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.
Sosialisasi dengan langsung mendatangi RT atau RW dengan menggunakan mobil yang sudah disiapkan alat pelantang (pengeras) suaranya.
“Jadi kita lakukan dengan tidak mengumpulkan warga, sebagaimana anjuran yang sudah ditetapkan, yakni jaga jarak,” jelas Lurah Melayu, M Rifqi, yang ditemui di kantornya, Kamis (9/4).
Selain sosialisasi dengan mobil berpelantang, lanjut Rrifqi, juga menyiapkan alat semprot dan cairan disinfektan untuk warga yang ingin melakukan penyemprotan di kampong-kampung yang masuk lingkup kelurahan
“Kadang kita kerja sama dengan RT atau RW-nya untuk melakukan penyemprotan, sebagai salah satu upaya memutus mata rantai penyebaran virus korona ini,” ujar Rifqi.
Sedang penyemprotan untuk rumah ibadah dan sekolah-sekolah, sambung lurah, bekerja sama dengan pihak kecamatan dan Badan Penanggulangan Bencana Kota Banjarmasin.
Harapannya, menurut Rifqi, agar virus yang telah membuat Kota Banjarmasin masuk zona merah ini cepat berlalu. Sehigga keadaan menjadi normal kembali.
“Di Kelurahan Melayu ini, warganya sebagian besar pekerja harian dan pedagang. Karena itu sejak diberlakukannya jaga jarak dan berdiam di rumah, berdampak besar pada pendapatan mereka,” kata Rifqi. (nsh/foto: nasih)