PELAIHARI, banuapost.co.id– Eks Gedung RSUD H Boejasin Pelaihari, disiapkan untuk tempat isolasi pasien penderita novel coronavirus atau corona virus disease nine teen (Covid-19), baik wilayah Tala, maupun rujukan Kotabaru dan Tanah Bumbu.
“Sebagai rumah sakit rujukan, kita harus benar-benar siap. Karena pasien yang masuk nantinya, tidak saja dari Tala, tetapi juga dari dua kabupaten tetangga, Kotabaru dan Tanah Bumbu,” ujar Bupati H Sukamta.
Kamta, sapaan akrabnya, mengungkapan itu usai meninjau pembersihan eks RSUD yang sudah kisaran empat bulan dikosongkan, Senin (13/4), mengingat Tanbu saat ini masuk dalam zona merah.
Menurut Kamta, eks gedung lama RSUD ini nantinya hanya diperuntukkan kapada pasien yang benar-benar sudah terkonfirmasi positif terpapar covid-19 atau yang sudah ada menggejala, hal ini dilakukan agar ruangan tidak cepat penuh.
“Nantinya ruang yang disiapkan ini benar-benar bagi mereka yang terkonfirmasi positif terpapar covid-19, bukan yang hanya hasil rapid test,” terang Kamta.
Sementara Kadinkes Tala, Nina Sandra, membenarkan pihaknya harus mempersiapkan eks gedung lama RSUD Hadji Boejasin untuk menjadi lokasi penanganan pasien terpapar Covid-19.
“Berdasarkan pembicaraan pihak pemkab dan Forkopimda Tala, kami diberi waktu satu minggu untuk mempersiapkan ruang di eks RSUD lama,” katanya.
Menurut Nina, ada 73 ruangan yang disiapkan untuk menampung pasien Covid-19. 25 di antaranya untuk yang dinayatakan pasien dengan pemantauan (PDP) dan sisanya untuk ODP yang menggejala.
“Kami setiap harinya akan menempatkan tenaga medis sebanyak tiga shif. Setiap shifnya diisi empat orang, termasuk dokter dan perawat,” beber Nina.
Nantinya pasien yang masuk ke ruang isolasi, tidak dapat dikunjungi keluarganya. Mereka harus benar-benar dijauhkan untuk sementara, sampai pasien benar-benar sembuh.
Sementara data dari Satgas Penanggulangan Covid-19, per 13 April 2020, jumlah ODP di Tala tercatat 46 orang. Turun dibandingkan sehari sebelumnya, 48 orang.
Sedang yang masih menjalani karantina di Aula Diklat BKPSDM Tala, berjumlah 9 orang. Mereka dinyatakan positif terpapar virus berdasarkan rapid test. Namun belum terkonfirmasi jenis virusnya. (zkl/foto: zul yunus)