PALANGKA RAYA, banuapost.co.id– Andul Mataha (62), warga Jl Cendana, meninggal dunia ketika tengah antre mengurus Anjungan Tunai Mandiri alias automated teller machine (ATM) di sebuah bank di kawasan Jl Set Adji Kota Palangka Raya, Rabu (8/4) siang.
Meninggal mendadak salah satu nasabah bank tesebut, tak pelak lagi membuat warga yang tengah berurusan di bank, menjadi geger.
Bahkan untuk membubarkan warga, polisi terpaksa harus didatangkan untuk menghindari pandemi Covid-19, yakni jaga jarak atau physical distancing.
Belum diketahui secara pasti meninggalnya pria paruh baya yang saat itu akan mengurus perpanjangan kartu ATM. Namun pastinya, jasad dibawa petugas medis yang menggunakan alat pelindung diri (APD) ke rumah sakit.
Kondisi meninggal secara mendadak ini pun juga dibenarkan sang istri, Tanea, yang mendapat khabar dari keamanan bank.
“Selama ini tidak ada yang mencurigakan dengan kondisi almarhum,” ujar Ny Tanea.
Namun demikian, Ny Tanea mengaku kalau suaminya itu mempunyai penyakit stroke. Sehingga untuk berjalan saja harus dibantu seseorang.
Pantauan banuapost.co.id, jasad sempat terlantar di halaman parkir bank karena tidak ada satupun yang berani mengevakuasi. Bahkan petugas medis yang datang ke TKP sempat tidak melakukan apa-apa, karena tidak dilengkapi APD.
Setelah balik ke rumah sakit untuk mengambil APD, jasad pun di angkut dengan mobil ambulance untuk dibawa ke kamar mayat rumah sakit rujukan Covid-19, Jl Tambun Bungai, guna dilakukan visum. (yb/din/foto: ist)