JAKARTA, banuapost.co.id– Rencana pemerintah menetapkan 1 Juni 2020 masyarakat bisa kembali hidup normal, diapresiasi Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Mardani H Maming.
Meski menyambut baik, Mardani mengingatkan agar masyarakat tetap melaksanakan protokol kesehatan, seperti memakai masker, menerapan social distancing atau jaga jarak, serta rajin mencuci tangan. Karena virus korona masih menjadi ancaman.
“Rencana mulai 1 Juni kita kembali hidup normal adalah terobosan positif. Ini menjadi penting, terutama dalam kaitan membangkitkan kembali perekonomian nasional,” ujar Mardani di Jakarta, Selasa (19/5).
Namun demikian, lanjut Mardani, bukan berarti mengabaikan aspek kesehatan. Sebaliknya tetap harus waspada, karena Covid-19 hingga kini belum ada vaksin nya.
Pandemi virus korona berdampak luar biasa terhadap perekonomian Indonesia, baik makro maupun mikro. Jika kondisi ini berlangsung lebih lama, maka badai PHK mungkin akan terjadi lebih besar dan semakin banyak perusahaan, terutama usaka kecil menengah yang gulung tikar.
Dengan dimulainya hidup normal per 1 Juni 2020, menurut Mardani, dimungkinkan perekonomian kembali bisa berjalan baik.
“Dalam skenario new normal ini ada tahapannya, yang paling penting bagaimana kita bisa tetap produktif secara ekonomi, namun sekaligus aman dari Covid-19. Antara sektor kesehatan dan ekonomi harus saling mendukung,” imbuh Mardani.
Ada hal positif yang bisa didapatkan dari dimulainya hidup normal per 1 Juni nanti, yaitu gaya hidup sehat akan semakin meningkat di kalangan masyarakat maupun pelaku usaha.
“Namun tetap menerapkan protokol kesehatan, mulai pakai masker, jaga jarak dan kebiasaan cuci tangan di tengah menjalankan usaha,” tandas Mardani. (yb/b2n/foto: ist)