JAKARTA, banuapost.co.id– Pemerintah memperpanjang pembebasan dan diskon tarif listrik untuk pelanggan kapasitas 450 VA dan 900 VA tidak mampu hingga September 2020.
Semula, pembebasan dan diskon tarif listrik hanya diberikan selama tiga bulan terhitung sejak April 2020. Pemberian fasilitas ini juga sebagai langkah pemerintah mengurangi beban masyarakat di tengah hantaman korona.
“Subsidi listrik untuk 450 VA yang 24 juta dan 900 VA yang 7,2 juta rumah tangga yang subsidinya adalah dari mulai April sampai Juni, diperpanjang sampai dengan September,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam paparannya via video conference, Jakarta, Senin (18/5).
Dengan keputusan itu, sambung Sri Mulyani, anggaran yang disediakan pemerintah pun bertambah menjadi Rp 61,69 triliun atau naik Rp 6,9 triliun untuk dua kelompok pelanggan ini.
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini juga mengungkapkan program bansos sembako dan tunai untuk Jabodetabek serta non-Jabodetabek, diperpanjang hingga Desember 2020. Sedang untuk bantuan langsung tunai (BLT) dana desa diperpanjang hingga September.
Perlu diketahui beberapa bansos yang diberikan pemerintah kepada masyarakat terdampak, berupa program keluarga harapan (PKH) yang anggarannya mencapai Rp 37,4 triliun, Kartu Sembako dengan anggaran Rp 43,6 triliun, pembebasan dan diskon listrik yang anggarannya mencapai Rp 61,69 triliun.
Selanjutnya bansos sembako Jabodetabek sebesar Rp 6,8 triliun, bansos tunai non-Jabodetabek sebesar Rp 32,4 triliun. Sedang bantuan langsung tunai (BLT) dana desa sebesar Rp 31,8 triliun, dan Kartu Pra Kerja sebesar Rp 20 triliun. (yb/foto: ist)