JAKARTA, banuapost.co.id– DPR-RI mengingatkan pemerintah agar tidak terburu-buru dalam melaksanakan the new normal, sehingga memunculkan kebingungan baru di masyarakat.
Karena menurut Ketua DPR RI, Puan Maharani, diperlukan pra kondisi dan protokol yang dipahami bersama dengan masyarakat.
“Sebab rincian new normal untuk setiap jenis kegiatan dan wilayah, tentu berbeda-beda,” ujar Puan usai membacakan naskah Pembukaan UUD 45 secara virtual dari rumah dinas di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.
Pembacaan naskah pembukaan UUD 4 itu, sebagai bagian dari rangkaian upacara Hari Lahirnya Pancasila yang diikuti Presiden Joko Widodo dan seluruh pimpinan Lembaga Negara, Senin (1/6).
Menurut Puan, untuk melawan Covid-19 jangan hanya terpaku pada istilah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Tetapi yang Indonesia juga butuhkan saat ini, Gotong Royong Berskala Besar.
Sebagai bagian dari Gotong Royong Berskala Besar, DPR-RI selama beberapa bulan terakhir… memfokuskan tugas konstitusional dalam melawan Covid-19 melalui fungsi pengawasan, anggaran, dan fungsi legislasi.
“Bahkan lebih dari 150 rapat DPR-RI pada masa persidangan periode 30 Maret 2020 hingga 12 Mei 2020, berkaitan dengan penanggulangan Covid-19 dan dampaknya,” jelas Puan.
Saat ini, lanjut Puan, Indonesia sedang menghadapi pandemi Covid-19 yang telah berdampak pada aspek kesehatan dan juga telah melumpuhkan seluruh aktivitas masyaraka, Baik di bidang sosial, ekonomi… budaya, bahkan kegiatan bersama keagamaan.
Penanggulangan pandemi Covid-19 membutuhkan kerja bersama, gotong royong dari semua komponen bangsa, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, swasta… dan masyarakat.
“Alhamdulillah dalam menghadapi pandemi Covid-19, saya melihat jiwa gotong royong yang terpancar di tengah rakyat Indonesia,” pungkasnya. (yb/b2n/foto: ist)