PELAIHARI, banuapost.co.id– Ribuan ekor ikan nila milik petani tambak di Danau PTPN 13, Desa Ambungan, Tanah Laut, mati.
Kejadian seperti ini, menurut para pemilik tambak, sudah sering dialami. Bahkan pernah sampai puluhan ton. Ikan nila mulai mati sejak Minggu (21/6) sampai Senin (22/6).
Kematian ikan nila tersebut, akibat akumulasi pakan yang terbenam ke dasar danau hingga berproses menjadi amoniak. Akibatnya, oksigen di sekitar keramba apung mengalami penurunan.
Biasanya yang terpengaruh dengan proses pembentukan amoniak itu, ikan nila dan ikan mas. Sementara lele dan patin, tergolong masih tahan.
Pemilik tambak akan mengumpulkan ikan yang masih segar untuk dijual murah kepada warga sekitar. Sedang yang mati, dikumpulkan untuk dijadikan pakan lele.
Ikan yang masih mengap-mengap dan baru mati, dijual bervariasi mulai dari Rp 5.000 sampai Rp15.000 per kilogram.
Meski sudah biasa, petambak cukup merasa terganggu dengan kejadian ini. Karena terpaksa harus mencari indukan baru, bahkan membeli bibit baru.
Mawardi, salah seorang petambak yang ikannya mati hampir lima kuintal (500 kilogram), mengungkapkan, hal seperti ini memang sudah sering terjadi. Namun biasanya hanya berlangsung satu hari saja.
“Biasanya cuma berlangsung satu hari. Kali ini sampai dua hari, untung tidak banyak ikan nila yang mati,” kata Mawardi yang tergabung di kelompok pembudidaya ikan Saman itu.
“Banyak indukan yang ikut mati, terpaksa saya membuat indukan baru,” tambahnya.
Kalau dikumpulkan, menurut Mawardi, jumlah ikan nila yang mati milik 10 anggota kelompoknya mencapai 1,5 ton.
Sementara itu Haji Mahmud, petambak anggota kelompok Budidaya Ikan Kerjasama, mengaku pada kejadian ini ikan nilanya yang mati sekitar satu kuintal.
“Saya pernah mengalami kejadian yang lebih parah dari ini. Sekitar 4 ton nila saya mati akibat kasus yang sama, kekurangan oksigen,” katanya saat dikonfirmasi Senin (22/6).
Danau PTPN 13 Desa Ambungan yang luasnya sekitar 4 hektare, terdapat empat kelompok tani tambak. Di lokasi yang dikelilingi kebun kelapa sawit itu, juga terdapat tempat kuliner ikan bakar dan goreng. Setiap hari lokasi ini didatangi warga baik yang ingin makan maupun yang ingin memancing di danau. (zkl/foto: zul yunus)