BANJARBARU, banuapost.co.id– Rasa jenuh sempat melanda Ahmad, seorang penyintas Covid-19, yang akhirnya boleh pulang setelah hampir satu bulan menjalani karantina khusus di Gedung Diklat Pemprov Kalsel di Banjarbaru, Sabtu (13/6).
Namun kejenuhan di awal menjalani karantina tersebut, bisa dilaluinya dengan berbagai aktivitas bersama penghuni lainnya di gedung karantina khusus tersebut.
“Awalnya memang sempat jenuh. Tapi ya akhirnya hilang dengan sendirinya. Karena dibawa berolahraga, seperti main tenis meja, futsal, badminton dan lari-lari kecil. Jadi selama di sini kami merasa lebih sehat, tidak stres,” kata pria asal Karang Putih, Binuang, Kabupaten Tapin ini.
Saat menjalani karantina khusus, Ahmad tidak sendiri. Ia bersama istri dan seorang putrinya yang masih berusia enam tahun. Ketiganya bersamaan menjalani karantina khusus sejak awal Mei 2020, setelah dinyatakan positif terinfeksi virus korona.
Namun setelah dua kali menjalani swab terakhir dan hasilnya negatif, hanya Ahmad dan putrinya yang diperbolehkan pulang. Sedang istrinya, masih menunggu hasil uji swab berikutnya.
Menurut pekerja di perusahaan pertambangan ini, ia terinfeksi virus korona dari seorang putranya yang ikut kegiatan keagaaman di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Awalnya, hanya putranya tersebut yang menjalani uji swab oleh petugas puskesmas di Binuang.
Setelah putra pertamanya itu dinyatakan positif, ia dan istrinya serta dua anaknya yang lain, menjalani rapid tes. Hasilnya, dinyatakan reaktif. Sedang putranya yang kedua, non reaktif. Sehingga, ia dan istrinya serta putrinya, harus menjalani karantina khusus di Kabupaten Tapin.
“Waktu anak saya yang Klaster Gowa itu positif, dia dikarantina di sini (Ambulung, Red.). Saya, istri dan anak saya inikan reaktif rapid tesnya, kami di karantina di Binuang pada April lalu selama 21 hari,” ujar Ahmad.
Kemudian setelah karantina di Ambulung, putra sulungnya itu sembuh dan dibolehkan pulang. Sedang Ahmad, istri dan putrinya, hasil swabnya dinyatakan positif. Sehingga giliran ketiganya menjalani karantina khusus di Ambulung, Banjarbaru.
Selama di Ambulung, Ahmad mengaku mendapat pelayanan cukup baik. Mula dari makanan sampai pemeriksaan kesehatan. Bahkan putrinya pun tidak rewel selama menjalani karantina.
Selain Ahmad dan putrinya, total ada sebelah peserta karantina khusus di Ambulung yang hari itu, diperbolehkan pulang. Terdiri dari 7 asal Kabupaten Tapin, 2 dari Barito Kuala, Banjar dan Tanah Bumbu masing-masing satu orang.
Mereka yang dinyatakan telah sembuh dari Covid 19 ini, dilepas Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penangan (TGTP2) Covid-19 Kalsel, Abdul Haris Makkie.
“Untuk yang belum bisa pulang, mohon bersabar dan mohon tetap jaga ketertiban dan melaksanakan protokol kesehatan. Begitu pula yang sudah boleh pulang, tetap menjalankan protokol kesehatan. Pakai masker bila keluar rumah, jaga jarak dan rajin cuci tangan,” kata Abdul Haris di dampingi Wakil Ketua Harian TGTP2 Covid-19 Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq. (emy/foto: deny yunus)