BATULICIN, banuapost.co.id– Sempat sepi penumpang, baik roda dua maupun empat, akibat pandemi Covid-19, penyeberangan fery Tanjung Serdang – Batulicin mulai menggeliat.
“Memang semenjak pandemi Covid-19 melanda, Maret lalu, angkutan penyeberangan Batulicin – Tanjung Serdang dratis turunnya hingga 30 persen sampai 40 persen,” ujar Kepala ASDP Cabang Batulicin, Sugeng Pronomo, Selasa (7/7).
Namun sekarang meski masih di tengah pandemi, lanjut Sugeng, angkutan bertahap naik secara signifikan hingga 65 persen.
Padahal, menurut Sugeng, ASDP juga menerapkan protokol kesehatan seperti menyediakan tempat mencuci tangan dengan sabunnya, jaga jarak membatasi berkumpulnya penumpang.
“Bahan untuk penumpang yang mau berangkat ke provinsi lain, harus memperlihatkan surat rekomendasi telah melakukan rapid test,” jelas Sugeng.
Begitupun untuk armada angkutan antar daerah provinsi, lanjut Sugeng, ASDP menyediakan satu kapal jenis roro, KMP Awu Awu, dengan tujuan Batulicin – Makassar. Jadwal pemberangkatannya dua kali dalam satu minggu.
Selain armada antar provinsi, ASDP juga memiliki 4 kapal fery, 3 unit di antaranya untuk penyeberangan Batulicin – Tanjung Serdang.
“Sedang satu unitnya lagi, pelayanan penyeberangan Pulau Laut – ke Pulau Sebuku,” imbuhnya. (jack/foto: ist)