BATULICIN, banuapost.co.id– Setelah pelatihan dasar fotografi dan lomba foto, kali ini Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporpar) Tanah Bumbu kembali menggelar pelatihan potret memotret tersebut, Kamis (22/10).
Pelatihan ini merupakan lanjutan dari serangkaian program pembinaan guna menggali potensi, bakat dan kompetensi para penikmat keindahan rekam gambar melalui media kamera.
Sekitnya 40 peserta ambil bagian dalam pelatihan yang digelar di gedung 7 Februari Pagatan. Peserta merupakan pegiat dari komunitas-komunitas binaan disporpar.
Pelatihan lanjutan ini menghadirkan fotografer Dinas Kominfo Prov Kalsel, Mahfuz, dan pewarta foto banuapost.co.id, Muzakkir Munzir. Materi yang disampaikan antara lain, teknis fotografi, travel fotografi dan menggali potensi ekonomi fotografi.
Menurut Kadisporpar Tanbu, Hamaluddin Tahir, serangkain kegiatan pembinaan ini merupakan wujud perhatian serius pihaknya untuk menggali potensi dunia fotografi. Program sejalan dengan visi pengembangan kepariwisataan di kabupaten yang kaya destinasi ini.
“Karena fotografi sangat mendukung aspek promosi kepariwisataan. Oleh sebab itu kami ingin ada banyak fotografer potensial yang dapat menghasilkan karya-karya bagus,” uajrnya saat membuka kegiatan.
Di kabupaten yang terletak di sebelah selatan Kalimantan, lanjut Hamal, memiliki banyak potensi pariwisata yang belum terpublikasi. Potensi yang memiliki keindahan alam sangat menjanjikan.
Bahkan Kabupaten Tanah Bumbu, menurut Hamal, boleh disebut sebagai surganya wisatawan. Karena itu, diperlukan aspek penunjang promosi.
“Di sinilah peran fotografer-fotografer untuk mengeksplor keindahan alam. Semakin banyak yang memotret, semakin banyak pula masyarakat luas mengetahui potensi tersebut,” jelasnya.
Sebagai wujud nyata disporpar, lanjut Hamal, dalam waktu dekat akan memboyong komunitas fotografer mengunjungi objek wisata yang belum terlalu familiar, namun memiliki keindahan alam sangat eksotik.
“Objek dimaksud adalah pantai dengan tekstur batu karang yang inik di Desa Setarap, tidak jauh dari pantai Angsana. Di pantai ini juga ada cerita lagenda yang perlu digali dan dicatat. Akhir pekan kita akan ke sana bersama komunitas gambar,” pungkasnya. (uza/foto: bzak)