PELAIHARI, banuapost.co.id– Seorang anak di Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut, tak mampu lagi untuk berdiri akibat bobot badannya mencapai 125 kilogram. Bocah berusia 13 tahun itu, saat ini lebih banyak berbaring di rumahnya.
Ahmad Irwandi, siswa kelas 1 Madrasah Tsanawiyah Negeri 7 Tanah Laut, terpaksa menghentikan sementara masa-masa bermainnya dengan rekan sebayanya maupun teman sekolah.
Pasalnya, bungsu dari empat bersaudara putra pasangan Napiah (alm) dan Ny Mardiah, mengalami obeisitas.
Anak lelaki yang memang berbadan bongsor sejak lahir itu mengaku sudah sekitar dua bulan terakhir tidak mampu lagi berdiri. Selain karena kedua lututnya terasa nyeri, juga di persendian bahu.
“Saya sudah sekitar dua bulan ini mulai kesulitan berdiri. Lutut saya terasa nyeri,” kata Irwandi saat dikunjungi di rumahnya di RT 8, Desa Kuringkit, Kecamatan Panyipatan, Senin (2/11).
Irwandi dengan lancar menceritakan apa yang dialaminya, termasuk saat sebelum mengalami kesulitan berdiri. Sebelumnya, ia biasa bermain dengan teman-teman sebaya di dekat rumah, dan ke sekolah dengan menaiki sepeda.
Ny Mardiah, ibu Irwandi, mengaku tidak menyangka perkembangan bobot anaknya berubah drastis sejak menyelesaikan sekolah dasar. Sebelumnya mengira, putranya itu memang memiliki tubuh yang lebih subur dibanding tiga kakaknya.
“Setelah melihat anak saya kesulitan berdiri, kami membawanya ke rumah sakit. Awalnya kami bawa ke RS Borneo Citra Medika di Pelaihari, setelah itu di rujuk ke RS Idaman Banjarbaru,” jelas Ny Mardiah.
Setelah di RS Idaman, anaknya belum sempat ditangani dokter ahli, karena menunggu pihak rumah sakit menawarkan apakah keluarga mau diperiksa dokter praktek dengan biaya Rp300 ribu per kunjungan.
Karena memang merasa tidak punya uang, ny Mardiah menolak dan memilih membawa kembali anaknya ke rumah.
“Karena saya tidak sanggup. Saya memilih membawa anak saya pulang, dan berharap dilayani dengan menggunakan kartu sehat,” ujar Ny Mardiah.
Sementara, dr Gede Maharditha yang sempat menangani Irwandi di RS BCM, membenarkan dirinya terpaksa merujuk anak penderita obeisitas ini dengan tujuan agar dapat diperiksa dokter ahli.
“Saya tidak tahu kalau anak itu sudah kembali ke rumah, dan tidak mengetahui hasil diaknosa dokter di RS Idaman,” kata dokter Gede melalui pesan singkatnya. (zkl/foto: zul yunus)