PELAIHARI, banuapost.co.id– Ratusan rumah di Desa Benua Raya, Kecamatan Bati Bati, Kabupaten Tanah Laut, sampai saat ini masih tergenang. Meski tergenang hampir satu bulan, warga memilih bertahan di rumah masing-masing.
Bahkan berdasarkan pantauan, ketinggian air di pemukiman naik sekitar lima sentimeter. Genangan air di jalan lingkungan sudah terdapat dua titik. Sebelumnya hanya satu titik.
Menurut Sailil Irpan, Kepala Desa Benua Raya, air sudah merendam hampir 15 RT. kecuali RT 1 dan RT 11 yang letaknya lebih tinggi.
“Total ada sekitar 500 rumah yang terdampak banjir kali ini. Hanya dua RT yang tidak tergenang,” jelas Sailil Irpan, Kamis (31/12) petang.
RT 4, RT 3 dan RT 12, lanjut Sailil, merupakan RT yang paling banyak rumah warganya terendam.
Kades tidak dapat memastikan kapan air akan surut. Karena kondisi cuaca masih ektrem, dimana hujan masih terus mengguyur Tanah Laut dan sekitarnya.
“Sulit dipresdiksi kapan air surut. Biasanya kalau air sudah naik sampai pemukiman, turunnya agak lama, bisa bermingu-minggu. Itu pun kalau hujan tidak turun lagi,” ujar kades.
Meski sebagian besar rumah warga terendam, sampai sejauh ini pihak desa belum membuat dapur umum. Karena warga masih dapat memasak di rumah masing-masing.
Sementara desa tetangga Benua Raya, Desa Gunung Raja, Kecamatan Tambang Ulang, juga masih tergenang. Selain menngenangi pemukiman, air juga menggenangi ruas Trans Kalimantan dengan ketinggian sekitar 10 sentimeter.
Sedang pemukiman warga yang ada di samping kiri dan kanan ruas Trans Kalimantan, setidaknya ada sekitar 50 rumah yang terdampak.
“Untuk air yang menggenangi jalan sampa saat ini masih berlanjut, belum ada tanda-tanda penurunan,” ujar Syamsiar, Kades Gunung Raja, melalui pesan singkat, Jumat (1/1) (zkl)