BANJARMASIN, banuapost.co.id– Tangkal radikalisme dan terorisme, Polda Kalsel gandeng Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah berkerja sama dengan teken nota kesepahaman (MoU),
MoU yang berlangsung di Mahligai Pancasila, Rabu (3/3), karena baik NU maupun Muhammadiyah memiliki peran penting dalam menjaga NKRI dari berbagai ancaman.
Penandatangan MoU yang mengsung tema: ‘Pencegahan Paham Radikalisme dan Terorisme serta Mendukung Program Pemerintah di Wilayah Hukum Kalimantan Selatan’ dilakukan Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rikwanto, dan Ketua PWNU Kalsel yang diwakili Wakil Ketua Dr Abrani Sulaiman, serta Ketua PW Muhammadiyah Drs Tajudin Noor.
Menurut Irjen Pol Rikwanto, penandatanganan nota kesepahaman dan kerja sama antara Polda Kalsel dengan PW NU dan PW Muhammadiyah, merupakan perwakilan kerja sama antara Polri dan Ulama.
“MoU ini diselenggarakan sebagai upaya agar Kalsel tetap aman, kondusif jauh dari hal-hal negatif. Tidak ada potensi radikalisme, tidak ada potensi intoleransi dan tidak ada potensi terorisme,” tegasnya.
Sebagai wujud akan hal itu, lanjut Irjen Rikwanto, kedua pihak akan saling melakukan kunjungan silaturahmi, berbagi informasi, saling menenangkan masyarakat agar supaya menjalani kehidupan sehari-hari dengan benar, menuntut ilmu dengan benar, dan bersosialisasi bersama masyarakat dengan benar.
Selain itu bilamana ada potensi mengganggu kamtibmas yang berujung terorisme, kapolda berharap agar Polri, ulama atau tokoh agama dan masyarakat dapat saling bertukar informasi. Sehingga dapat diantisipasi sejak awal agar tidak menjadi gangguan nyata.
Dalam kegiatan tersebut, hadir pejabat Gubernur Kalsel, Safrizal Za, Ketua DPRD H Supian HK, Kepala PT H Mohammad Idroes, Kajati Rudi Prabowo Aji, Danrem 101/Antasari, Brigjend TNI Firmansyah, Danlanal Banjarmasin, Danlanud Syamsudin Noor, Kepala BNNP, Kabinda, Ketua FKUB, pejabat utama Polda Kalsel, tokoh agama dan tokoh masyarakat. (oie/foto: ist)