BANJARMASIN, banuapost.co.id– Terus didorongnya minat baca dan digelorakannya literasi, merupakan investasi masa depan untuk kemajuan bangsa.
“Dengan membaca, itu bekal masa depan. Sehingga lebih banyak mendapat pengetahuan, daya analisa dan daya pahamnya pun jadi makin tajam,” jelas Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rikwanto, Selasa (6/4).
Kapolda mengungkapkan hal tersebut ketika menjadi narasumber dalam talkshow yang bertajuk: ‘Promosi Minat Baca dan Kecerdasan Literasi’, Selasa (5/4). Talkshow yang digagas Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) bersama Polda Kalsel, diikuti ratusan peserta secara daring.
Menurut Pati Polri bintang dua itu, kondisi membaca dan menulis di Indonesia berdasarkan riset Programme for International Student Assessment (PISA) pada 2018, berada di posisi 74 dari 78 negara dengan score 371.
“Dibandingkan dengan negara-negara Asia, Amerika maupun Inggris, kita masih di bawah sekali. Minat baca rendah, malah minat gibah (menyebutkan sesuatu yang terdapat pada diri seorang) luar biasa,” kata kapolda.
Penyebab rendahnya literasi di Indonesia, lanjut kapolda, salah satunya karena peran orang tua dalam mengenalkan buku dan mendorong minat baca kepada anak-anaknya yang sangat minim.
“Padahal salah satu indikator untuk negara semakin maju, harus memiliki masyarakat yang cerdas agar mudah berkehidupan di era global sekarang ini yang banyak hoaxnya,” tandasnya mengingatkan.
Sementara di Tanah Laut, tepatnya di Kecamatan Kintap, guru-guru berserta siswa-siswi dari SMAN 1 Kintap, menggelar nonton bareng (nobar) talkshow secara daring di lingkungan sekolah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.
“Kegiatan ini sangat luar biasa dengan narasumbernya Kapolda Kalsel langsung. Kami sangat mendukung kegiatan ini, makanya sampai nonton bareng,” kata Kepala Sekolah SMAN 1 Kintap, Aries Eko Widodo.
Menurut Aries, siswa sebagai penerus bangsa, perlu dibekali untuk membangun sikap kritis dan selektif. Sehingga siswa tidak mudah percaya tanpa pembuktian, serta tidak mudah juga menyebarkan informasi atau berita di media sosial tanpa menyaring terlebih dahulu.
“Dengan melibatkan siswa dalam kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan penggunaan teknologi informasi yang bijak,” katanya. (oie/foto: ist)