JAKARTA, banuapost.co.id– Dugaan korupsi di daerah Kalimantan Selatan dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (25/5). Tak tanggung-tanggung yang melaporkan, Calon Gubernur Kalsel, Denny Indrayana.
“Kami melaporkan banyaknya dugaan korupsi di Kalsel,” kata Denny lewat keterangan tertulisnya.
Menurut Denny, dugaan korupsi yang dilaporkan salah satunya pembangunan di kawasan Kiram dan Gunung Mawar, Kabupaten Banjar. Karena ada indikasi berupa benturan kepentingan di kawasan wisata dengan infrastruktur dan fasilitas bagus itu.
Lahan di kawasan Kiram dan Gunung Mawar, tulis Denny, seharusnya menjadi kawasan hutan lindung. Namun dialihkan menjadi pariwisata.
Salah satu yang mencurigakan, pembangunan masjid bambu di kawasan sepi penduduk dengan anggaran hampir Rp 12 miliar.
Selain melapor, Denny juga mempertanyakan tindak lanjut dari laporan yang dilakukannya pada 2019. Ketika itu Denny melaporkan dugaan korupsi program penghijauan oleh Dinas Kehutanan Pemprov Kalsel TA 2017.
Bahkan mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM era Presiden SBY ini, turut mempertanyakan perkembangan penyidikan kasus korupsi suap pajak yang menyeret PT Jhonlin Baratama.
PT Jhonlin Baratama terafiliasi dengan Jhonlin Grup milik sultan Tanah Bumbu, Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam.
Sedang Haji Isam, keponakan Sahbirin Noor, calon gubernur, yang menjadi saingan Denny Indrayana di pemilihan Gubernur Kalsel. (yb/foto: ist)