BANJARBARU, banuapost.co.id– Dispersip Kalsel sosialisasikan aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (Srikandi) secara daring, Jumat (11/6)
Kegiatan dibuka Setdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar dari Command Center Banjarbaru, didampingi Kadispersip, Hj Nurliani dan Kadis Kominfo, GT Yanuar Noor Rifa’i.
Dalam sambutannya, Roy mengapresiasi langkah Dispersip dan Diskominfo Kalsel yang berkolaborasi hingga terlaksananya sosialisasi aplikasi Srikandi ini.
Menurutnya, perkembangan teknologi informasi dengan kecepatannya di era digital, telah membawa dampak begitu besar di berbagai sendi kehidupan.
Akibat perubahan itu pula, menuntut tata kelola pemerintahan serta pelayanan publik, untuk terus beradaptasi dengan menggunakan pendekatan teknologi informasi dan komunikasi, termasuk dalam hal tata kelola kearsipan.
“Tata kelola kearsipan harus terus mengikuti perkembangan zaman. Dalam penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di era disruptif, kita dituntut melakukan perubahan cepat,” ujarnya.
Begitupun dengan sosialisasi aplikasi Srikandi, lanjut Roy, merupakan salah satu cerminan menyatukan langkah dalam memajukan kearsipan di era digital.
“Dalam aplikasi ini, setiap informasi berbasis analog dan digital akan dapat terekam dengan baik. Sehingga nantinya akan menjadi bukti akuntabilitas dan memori kolektif bangsa,” jelasnya.
Sementara, Hj Nurliani mengatakan, dilaksanakannya sosialisasi aplikasi Srikandi untuk memberi pemahaman kepada seluruh SKPD beserta UPT dan Lembaga Kearsipan Daerah, khususnya di Provinsi Kalsel.
“Ini bertujuan agar dapat mewujudkan pelayanan administrasi pemerintahan di bidang kearsipan yang dinamis, berkualitas dan terpercaya, serta terintegrasi,” kata Bunda Nunung, sapaan akrabnya.
Sosialisasi aplikasi Srikandi diikuti 1.692 peserta, terdiri dari SKPD beserta UPT dan lembaga kearsiapan 13 kabupaten/kota di Kalsel.
Selain diselenggarakan secara virtual melalui aplikasi zoom meeting, kegiatan sosialisasi aplikasi ini juga disiarkan live streaming melalui youtube Dispersip Kalsel.
Dalam sosialisasi ini, Dispersip Kalsel menghadirkan Deputi Bidang Pembinaan Kearsipan Arsip Nasional Republik Indonesia, Drs Sumrahyadi, MIMS sebagai narasumber. (oie/foto: ist)