JAKARTA, banuapost.co.id– Rekor jumlah korban akibat virus corona pecah lagi. Jika se-hari sebelumnya, Selasa (13/7), tercatat 47.899 warga yang terinfeks, sepanjang Rabu (14/7) terdata 54.517 orang setelah diketahui dari hasil pemeriksaan 240.724 spesimen corona.
Dengan tambahan kasus baru itu pula, sebagaimana dilansir dari laman covid19.go.id, Covid-19 di Indonesia totalnya menjadi 2.670.046 orang. 443.473 pasien di antaranya masih dalam perawatan.
Sepanjang hari ini pula, kesembuhan bertambah 17.762 pasien. Sehingga totalnya menjadi 2.157.363 orang. Sementara yang meninggal dunia dilaporkan juga bertambah 991 pasien, hingga secara keseluruhan jadi 69.210 kasus.
Sedang untuk suspek atau diduga terkait Covid-19, pemerintah masih memantau terhadap sebanyak 192.716 orang tersebar di 510 kabupaten/kota di 34 provinsi.
Sebelumnya, Selasa (13/7), tercatat total 2.615.529 kasus positif virus corona. 2.139.601 pasien di antaranya sembuh, dan 68.219 lainnya meninggal dunia.
Berikut sebaran 54.517 kasus baru yang dilaporkan 34 provinsi: DKI Jakarta: 12.667, Jawa Barat: 10.444, Jawa Timur: 7.088, Jawa Tengah: 5.110, Banten: 3.889, DI Yogyakarta: 2.350, Kalimantan Timur: 1.658, Riau: 978, Sumatera Utara: 896 kasus.
Kemudian, Bali: 791, Kalimantan Barat: 779, Sumatera Selatan: 760, Sumatera Barat: 666, Papua Barat: 602, Sulawesi Selatan: 550, Nusa Tenggara Timur: 537, Kepulauan Riau: 529, Bangka Belitung: 508, Jambi: 400, Kalimantan Selatan: 393 kasus.
Disusul, Papua: 357, Lampung: 320, Kalimantan Tengah: 281, Sulawesi Tengah: 264, Sulawesi Utara: 255, Kalimantan Utara: 251, Bengkulu: 247, Nusa Tenggara Barat: 236, Maluku: 211, Maluku Utara: 161, Sulawesi Tenggara: 135, Aceh: 116, Gorontalo: 55, Sulawesi Barat: 33 kasus.

Dengan terus jatuhnya korban akibat paparan Covid-19, masyarakat diminta berandil menekan penyebararanya dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan. Seperti memakai masker, selalu mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, membatasi mobilitas dan interaksi.
Imbauan demikian tentunya bukan tanpa alasan. Pasalnya yang menjadi korban semakin banyak. Bahkan tak memandang status maupun usia. Ahli di bidang medis pun banyak yang jadi korban, hingga meninggal dunia. (yb/ilust: ist)