JAKARTA, banuapost.co.id– Jumlah warga terkonfirmasi positif virus corona bertambah 28.228 orang yang diketahui dari pemeriksaan 160.589 spesimen sepanjang Senin (26/7). Akibat tambahan ini, Covid-19 di Indonesia totaknya jadi 3.194.733 kasus. 560.275 pasien di antaranya masih dalam perawatan.
Sebagaimana di lansir dari laman covid19.go.id, hari ini kesembuhan bertambah 40.374 pasien. Sehingga totalnya pun menjadi 2.549.692 orang. Sementara yang meninggal dunia, dilaporkan ada1.487 pasien. Kumulasinya sejak pandemi awal Maret tahun lalu jadi 84.766 kasus.
Sedang suspek atau diduga terkait Covid-19 yang juga akan menjadi cikal bakal kasus positif, pemerintah masih memantau terhadap 287.987 orang tersebar di 510 kabupaten/kota di 34 provinsi.
Sebelumnya, Ahad (25/7), tercatat ada penambahan 38.679 kasus positif virus corona. 37.640 pasien sembuh dan 1.266 lainnya meninggal dunia.
Berikut sebaran 28.228 kasus baru yang dilaporkan 34 provinsi: Jawa Barat: 4.368, Jawa Tengah: 4.021, Jawa Timur: 3.157, DI Yogyakarta: 2.667, DKI Jakarta: 2.662, Riau: 1.137, Bali: 1.078, Sumatera Utara: 1.028 kasus.
Kemudian: Kalimantan Timur: 944, Banten: 883, Sulawesi Selatan: 657, Sumatera Barat: 614, Kepulauan Riau: 473, Lampung: 449, Kalimantan Tengah: 424, Sulawesi Tengah: 415, Sumatera Selatan: 366, Papua: 351, Nusa Tenggara Timur: 320 kasus.
Disusul: Bengkulu: 267, Bangka Belitung: 252, Kalimantan Utara: 210, Kalimantan Selatan: 195, Sulawesi Utara: 191, Maluku Utara: 179, Aceh: 160, Nusa Tenggara Barat: 136, Kalimantan Barat: 132, Sulawesi Tenggara: 114, Jambi: 105, Sulawesi Barat: 100, Papua Barat: 73, Maluku: 51, Gorontalo: 49 kasus.

Dengan terus jatuhnya korban akibat paparan Covid-19, masyarakat diminta berandil menekan penyebararanya dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan. Seperti memakai masker, selalu mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, membatasi mobilitas dan interaksi.
Imbauan demikian tentunya bukan tanpa alasan. Pasalnya yang menjadi korban semakin banyak. Bahkan tak memandang status maupun usia. Ahli di bidang medis pun banyak yang jadi korban, hingga meninggal dunia. (yb/ilust: ist)