JAKARTA, banuapost.co.id– Dari 294.470 spesimen corona yang diperiksa sepanjang Kamis (22/7), didapat 49.509 warga yang positif terinfeksi. Akibat tambahan itu pula, Covid-19 di Indonesia totalnya jadi 3.003.339 kasus. 561.384 pasien di antaranya masiuih dalam perawatan.
Dilansir dari laman covid19.go.id, hari ini kesembuhan bertambah 36.370 pasien. Sehingga secara keseluruhan sejak pandemi awal Maret tahun lalu menjadi 2.392.923 orang.
Sementara jumlah kematian, kembaIi memecahkan rekor. Di hari yang sama ini dilaporkan ada 1.449 pasien. Sehingga totalnya jadi 79.032 kasus.
Sedang untuk suspek atau diduga terkiat Covid-19 yang juga jadi cikal bakal kasus terinfeksi, pemerinmtah masih memantau terhadap 271.167 orang tersebar di 510 kabupaten/kota di 34 provinsi.
Sebelumnya, Rabu (21/7), tercatat total 2.983.8308 kasus positif virus corona. 2.356.553 pasien di antaranya sembuh, dan 77.583 lainnya meninggal dunia.
Berikut sebaran 49.509 kasus baru yang dilaporkan 34 provinsi: Jawa Barat: 10.499, DKI Jakarta: 7.058, Jawa Timur: 6.625, Jawa Tengah: 5.371, Banten: 3.333, DI Yogyakarta: 1.978, Kalimantan Timur: 1.952, Bali: 1.250, Sumatera Utara: 1.235 kasus.
Kemudian, Sulawesi Selatan: 954, Sumatera Selatan: 806, Nusa Tenggara Timur: 779, Riau: 769, Kepulauan Riau: 690, Kalimantan Selatan: 650, Sumatera Barat: 617, Bangka Belitung: 528, Kalimantan Barat: 475, Lampung: 424, Kalimantan Utara: 405 kasus.
Disusul, Nusa Tenggara Barat: 379, Sulawesi Tengah: 379, Sulawesi Utara: 370, Jambi: 359, Kalimantan Tengah: 339, Papua: 221, Bengkulu: 214, Maluku Utara: 155, Papua Barat: 153, ulawesi Barat: 151, Sulawesi Tenggara: 137, Aceh: 103, Gorontalo: 76, Maluku: 75 kasus.

Dengan terus jatuhnya korban akibat paparan Covid-19, masyarakat diminta berandil menekan penyebararanya dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan. Seperti memakai masker, selalu mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, membatasi mobilitas dan interaksi.
Imbauan demikian tentunya bukan tanpa alasan. Pasalnya yang menjadi korban semakin banyak. Bahkan tak memandang status maupun usia. Ahli di bidang medis pun banyak yang jadi korban, hingga meninggal dunia. (yb/ilust: ist)