PELAIHARI, banuapost.co.id– Menekan naiknya angka kasus Covid-19 di Tanah Lalut, Pemkabnya terpaksa mengambil langkah tegas. Selain operasi yustisi menegakkan protokol kesehatan, petugas gabungan juga melakukan rapid test antigen kepada pengguna jalan yang kedapatan tidak menggunakan masker.
Hal inilah yang dilakukan tim gabungan, Satpol PP dan Damkar, Polres, Kodim, Dinkes, BPBD dan Dishub Tala di Jl Hadji Boejasin Pelaihari, Selasa (13/7).
Pengguna jalan yang melintas tanpa menggunakan masker, dibelokkan ke Hutan Kota. Selain didata, juga menjalani rapid test antigen. Sebanyak 23 pengendara terjaring dalam razia gabungan ini.
Menurut Kasatpol PP dan Damkar Tala, M Kusri, razia dilakukan untuk menekan penyebaran Covid-19. Sehingga diharapkan masyarakat mendukung upaya dalam memutus rantai penyebaran Covid-19 dengan terus mematuhi protokol kesehatan agar pandemi dapat segera berakhir.
“Karena saat ini ada peningkatan jumlah positif, sehingga kita berupaya memberikan sosialisasi kepada masyarakat supaya sadar dan taat terhadap 5M protokol kesehatan,” jelasnya.
Razia masker, lanjut M Kusri, akan terus dilakukan pada setiap kecamatan, khususnya di beberapa lokasi keramaian yang rentan pelanggaran protokol kesehatan.
Sementara menurut Kasi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinkes Tala, Ady Tasada, dari hasil swab nanti akan ketahuan bagaimana masyarakat yang tidak disiplin memakai masker, apakah positif atau tidak.
“Jadi ini salah satu screening supaya pencegahan Covid-19 dan penularannya tidak melonjak lagi. Kita sudah komitmen, bila ada yang positif maka akan dirawat di Fasilitas Pelayanan Khusus (Fasyansus) sampai akhirnya negatif,” ujar Ady.
Tidak hanya menertibkan pengguna jalan yang tidak menggunakan masker, Pemkab Tala melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), juga melakukan pendataan terhadap PNS dan PTT-nya yang meninggalkan kantor saat jam kerja. Apabila tidak memiliki alasan yang bisa diterima, maka PNS atau PTT tersebut mendapat teguran.
Naiknya angka kasus Covid-19 di Tala dapat dilihat dari meningkatnya jumlah warga yang menjalani karantina di Fasyansus atau Karantina Terpusat di eks Gedung RSUD Hadji Boejasin.
Fasyansus yang sebelumnya sempat mengalami penurunan pasien, kini naik lagi mencapai seratus lebih, belum termasuk yang menjalani perawatan di RSUD Hadji Boejasin, Sarang Halang, dan isolasi mandiri. (zkl/foto: diskominfo)