PELAIHARI, banuapost.co.id– Wajah duka masih terlihat di wajah Ny Salasiah, istri Achmad Rafani, korban dendam tetangganya sendiri, MY, dengan palu dan gergaji.
Bahkan ibu tiga anak buah cintanya dengan guru olahraga sekolah dasar di Desa Serikandi itu, tidak merasakan ada firasat akan ditinggal selamanya.
“Normal-normal saja. Memancing memang sudah menjadi hobi almarhum,” ujar Ny Salasiah, Ahad (3/10).
Kalau memancing di sawah dekat rumah, sambung warga RT 04/ RW 02 Desa Padang Luas itu, memang jarang jadi perhatian, termasuk tiga anak-anaknya.
“Biasanya kalau memancing ke lautm saya ikut mempersiapkan bekalnya,” ucap Ny Salasiah dengan mata masih sembab akibat tangis.
Perstiwa pembuinuhan itu sendiri yal ditampik Ny Salasiah sempat membuatnya shock berat. Terlebih setelah mengetahui pelakunya tetangga yang selama ini dikenal dengan baik.
Betapa tidak. Selain selalu bertegur sapa, tersangka juga sering mencari lumut di sawah di dekat rumah mereka.
“Tersangka saya kenal sangat baik. Bahkan saat gotong royong membuat kayu bakar untuk kegiatan mushola, tersangka juga ikut,” cerita Ny Salasiah.
Karena itu, lanjut Ny Salasiah, secara pribadi dan keluarga memaafkan tersangka. Namun masalah hukumnya, biar polisi yang mengurusnya.
“Ini sudah jalan hidup suami saya. Karena itu saya berdoa agar pelaku menyadari semua perbuatannya,” imbuh Ny Salasiah di samping dua anaknya.
Sementara rasa kaget juga dirasakan warga, khususnya di RT 04/RW 02 Desa Padang Luas. Mereka tidak menyangka MY melakukan pembunuhan tersebut.
Namun menurut warga dalam beberapa hari terakhir, tersangka memang agak aneh. Karena tiap bertemu selalu mengatakan banyak minta maaf.
Bahkan tersangka juga mengaku kepada warga, tidak tidur dalam empat hari terakhir, sampai akhirnya peristiwa terjadi. (zkl/foto: ist)