JAKARTA, banuapost.co.id– Surat Presiden (Surpres) Joko Widodo ke DPR RI soal pencalonan Panglima TNI hanya berisi satu nama, Jenderal TNI Andika Perkasa.
“Presiden usulkan satu nama untuk mendapat persetujuan, atas nama Jenderal Andika Perkasa,” ujar Ketua DPR Puan Maharani di Kompleks Parlemen, Senayan, seusai menerima surpres yang disampaikan Mensesneg Pratikno, Rabu (3/11).
Setelah mendapat usulan nama itu, lanjut Puan, Komisi I akan memproses lewat uji kepatutan dan kelayakan atau fit and proper test.
“Komisi I akan melakukan fit and proper test atau uji kepatutan dan kelayakan terhadap calon,” tandasnya.
Jika disetujui sebagai calon Panglima TNI, KSAD Andika akan menggantikan Hadi Tjahjanto yang menginjak usai pensiun, yakni 58 tahun pada 8 November mendatang.
Sebelumnya, selain nama Jenderal Andika, pencalonan Panglima TNI sempat diramaikan oleh nama Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), Laksamana Yudo Margono.
Seperti diketahui berdasarkan UU TNI, pencalonan Panglima TNI dimulai dari pengajuan nama dari Presiden ke DPR. Parlemen kemudian akan memprosesnya melalui uji kepatutan dan kelayakan. DPR kemudian akan mengesahkannya di rapat paripurna untuk kemudian dilantik oleh Presiden.
Berikut sekilas tentang Jenderal TNI Andika Perkasa. Lahir di Bandung, Jawa Barat, 21 Desember 1964. Menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) sejak 22 November 2018, Andika merupakan lulusan Akademi Militer 1987.
Sebelumnya, pasangan hidup Diah Erwiany Trisnamurti Hendrati yang juga putri Jenderal (Purn) AM Hendropriyono itu, menjabat sebagai Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad).
Mengawali karier sebagai perwira pertama infanteri, ayah Wiratama Akbar Persaka ini, menjalaninya di jajaran Korps Baret Merah (Kopassus) Grup 2 /Para Komando dan Satuan-81 /Penanggulangan Teror (Gultor) Kopassus selama 12 tahun.
Kemudian penugasan di Departemen Pertahanan dan Keamanan (Dephankam). Setelah itu Mabes TNI-AD.
Ia kembali bertugas di Kopassus sebagai Komandan Batalyon 32/Apta Sandhi Prayuda Utama Grup 3/Sandhi Yudha.
Jenderal TNI Andika Perkasa mengenyam pendidikan tinggi Strata-1 (Sarjana Ekonomi) di dalam negeri.
Kemudian meraih 3 gelar akademik Strata-2 (MA., MSc, M Phil) serta 1 gelar akademik Strata-3 (Ph D) dari berbagai perguruan tinggi terkemuka di Amerika Serikat. (yb/foto: dok)