BANJARMASIN, banuapost.co.id– Program Indonesia Pintar (PIP) 2022 disosialisasikan Pemerintah Kota Banjarmasin di Sekolah Menengah Pertama (SMP) di masing-masing kecamatan.
Sosialiasi bertujuan agar program tepat sasaran. Selain siswa penerima bantuan dapat merasakan manfaat yang dicanangkan Kementerian Pendidikan, juga diharapkan tidak ada lagi siswa kurang mampu putus sekolah.
“Dengan sosialisasi, diharapkan tidak ada lagi masyarakat yang bingung ketika mengurus keperluan PIP,” tutur Wakil Wali Kota Banjarmasin, Arifin Noor, beberapa waktu lalu
Di Banjarmasin dari data Dinas Pendidikan Kota, sambung Arifin, kasus anak putus sekolah di tengah pandemi Covid-19 mencapai 24 persen dengan faktor utamanya permasalahan ekonomi.
“Meski demikian, angka tersebut masih cukup rendah jika dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia,” imbuh Arifin.
Seperti diketahui, PIP melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP), pemberian bantuan tunai pendidikan kepada anak usia sekolah (usia 6-21 tahun) yang berasal dari keluarga miskin, rentan miskin, pemilik Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), peserta Program Keluarga Harapan (PKH), yatim piatu, penyandang disabilitas, korban bencana alam/musibah. PIP sendiri merupakan bagian dari penyempurnaan program Bantuan Siswa Miskin (BSM).
Karena itu, mantan Kadis PUPR Kota Banjarmasin ini berpesan kepada orang tua penerima PIP, agar bantuan tunai benar-benar digunakan untuk membayar hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan.
“Pastikan para penerima memang yang berhak dan tidak ada kendala serta dilayani dengan sebaik-baiknya,” ujar Arifin mengingatkan. (oie/foto: ist)