PELAIHARI, banuapost.co.id– Dunia pendidikan saat ini tidaklah seperti dahulu. Apalagi, pendidikan menjadi satu sektor penting yang harus mampu bertransformasi di tengah perkembangan zaman.
Karrena itu, Bupati Tanah Laut (Tala), H Sukamta, mengajak kepala sekolah agar bersiap menghadapi perubahan dunia pendidikan, khususnya di Tala.
Ajakan setengah engingatkan itu disampaikan bupati saat menghadiri dan berdiskusi langsung pada Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) tingkat SMP di UPT SMP Negeri 8 Pelaihari yang dihadiri sebanyak 58 kepala sekolah dari SMP negeri dan swasta se-Tala, Kamis (20/10).
“Ke depan, nasib anak-anak didik kita bukan lagi tergantung ijazah yang dimiliknya. Melainkan kompetensi apa yang mereka punya. Ini harus kita siapkan dari sekarang,” ujar Sukamta.
Menurut Sukamta, sekarang ini tidak bisa lagi menerapkan gaya pembelajaran model dahulu. Terlebih dengan kurikulum merdeka, sehingga belajar saat ini dapat menjadi momentum bagi pemangku pendidikan dalam menyiapkan konsep pembelajaran bagi anak-anak sekarang.
“Kita ingin anak-anak dalam beberapa tahun ke depan mampu bersaing,” harapnya.
Kendati demikian, Sukamta tidak memungkiri dalam pelaksanaan pasti tidaklah mudah. Namun tidak mudah bukan berarti tidak bisa.
“Apalagi kita mungkin masih akan menghadapi pemikiran orang tua yang masih memahami bahwa pendidikan itu sebagaimana mereka sewaktu masih bersekolah. Jadi, mari kita sama-sama urus pendidikan, agar anak-anak kita menjadi berkualitas,” tandasnya.
Selama duduk bersama sekitar dua jam, bupati juga turut mendengarkan sekaligus menjawab beragam usulan dan pertanyaan dari forum MKKS ini. Salah satunya tentang masih adanya keterbatasan hingga ketiadaan sinyal internet atau blank spot di beberapa titik sekolah.
“Kita akan urus permasalahan sinyal ini bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo). Karena ini menjadi bagian kegelisahan saya sebagai bupati dalam menyiapkan anak-anak didik kita memasuki dunia digital 5.0 nantinya,” ujar bupati.
Apalagi, lanjut bupati, hal ini semakin terasa disaat dunia pendidikan mau tidak mau harus mulai membiasakan pemanfaatan internet yang juga menjadi faktor yang menuntut perlunya transformasi pada dunia pendidikan. (ril/foto: diskominfo)