KOTABARU, banuapost.co.id– Pencarian sejak pekan lalu terhadap salah satu korban kecelakaan KM Diana, Mansyah alias Anca, warga Desa Rantau Panjang Hulu, Kabupaten Tanah Bumbu, dihentikan.
Penghentian pencarian, Jumat (30/12/) pukul 18.00 Wita, setelah genap tujuh hari batas operasi pencarian Tim SAR Gabungan.
Tim SAR telah berupaya maksimal selama tujuh hari dengan terkendala cuaca dan ombak yang kurang bersahabat.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin atau Basarnas Banjarmasin, Al Amrad, mengatakan meski pencarian dihentikan sesuai SOP, namun Pos SAR Kotabaru masih melakukan pemantauan dengan berkordinasi dengan nelayan yang beroperasi di sekitar tempat kejadian.
“Upaya pencarian terhadap satu orang korban atas nama mansyah terpaksa kami hentikan dan dilakukan pemantauan, tetapi kami tetap berupaya berkoordinasi terhadap kapal-kapal yang melintas dan nelayan-nelayan apabila terdapat tanda tanda korban segera melapor ke Tim SAR Gabungan ,” kata Al Amrad dalam release yang dibagikan Humas Basarnas Banjarmasin kepada awak media.
Pada kesempatan ini, Kepala Basarnas Banjarmasin juga mengimbau para nelayan atau warga yang bepergian dengan transportasi air untuk mempersiapkan atau memakai alat bantu apung, seperti life jacket dan benda-benda yang mudah mengapung lainnya.
“Kami menekankan terhadap para nelayan maupun segala aktivitas yang dilakukan di perairan, hal ini terbukti ke empat korban selamat lainya masih bisa bertahan di lautan dengan menggunakan alat apung seadanya, ada yang berpegangan pada gabus serta box ikan, serta diharapkan apabila cuaca kurang mendukung jangan melakukan aktivitas di lautan lebih dulu,” jelas Al Amrad.
KM Diana asal Segumbang, Tanah Bumbu, tenggelam pada Jumat (23/12) sekitar pukul 10.00 Wita, di perairan antara Tanjung Kunyit, Kecamatan Pulau Laut, Tanjung Selayar dan Perairan Pulau Marabatuan, Kecamatan Pulau Sembilan.
Empat awak KM Diana berhasil ditemukan selamat di beberapa lokasi terpisah, Arsyad, Ardian dan Aidil ditemukan di sekitar Desa Tanjung Tengah. Sedang Yasin alias Acin, ditemukan di perairan Sekapung, Kecamatan Pulau Sebuku, atau sekitar 36 km dari lokasi kejadian. Keempat awak kapal yang selamat ini sudah berkumpul dengan keluarga masing-masing. (zkl/foto: basarnas)