PELAIHARI, Banuapost.co.id- Ruas Jalan Trans-Kalimantan yang melintasi Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, kembali menelan korban jiwa, setelah mobil pick up bertabrakan dengan bus pariwisata di kawasan Desa Tajau Pecah, Kecamatan Batu Ampar, Minggu (14/4).
Insiden lalu lintas ini terjadi sekitar pukul 10.30 Wita di RT 02 RW 01 Desa Tajau Pecah antara pick up nomor polisi KH 8192-EQ dengan bus nomor polisi AD 7010 OB.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian dan informasi dari beberapa saksi, kecelakaan maut ini diduga sopir mobil pick up yang ngantuk. Karena sebelum bertabrakan dengan bus, pick up yang dikemudikan Nugroho, warga Desa Tatakan, Tapin Selatan, Kabupaten Tapin, sempat oleng ke bahu jalan sebelah kiri.
Kemudian mobil pick up yang melaju dari arah Jorong menuju Pelaihari, u kembali ke jalan, namun agak ke kanan, pada saat bersamaan meluncur bus yang dikemudikan Ruslan dari arah Pelaihari menuju Jorong.
Ruslan ,warga Desa Bunipah, Kecamatan Aluh-Aluh, Kabupaten Banjar, tidak dapat menghindar lagi, sehingga terjadi benturan hebat dengan pick up yang dikemudikan Nugroho.
Saat kejadian, pick up membawa enam penumpang, Muhammad Rifky Ananda, Yoga Ferdiantoro, Ahmad Mustofa Amel, Dimas Satrio, Ahmad Arfan dan Muhammad Alfian Saputra.
Lima dari enam penumpang pick up mengalami luka ringan, satu orang bernama Muhammad Alfian Saputra meninggal di tempat kejadian. Sedang sopir yang sempat terjepit di pick up mengalami luka ringan.
Sementara M Alfian Saputra langsung di bawa keruang jenazah RSUD Hadji Boejasin Sarang Halang,dan rekan-rekannya mendapat pengobatan di UGD.
Kapolres Tala, AKBP Muhammad Junaeddy Johnny, melalui Kasatlantasnya, Iptu Ananda Mustikaadya, membenarkan adanya insiden laka lantas yang merenggut korban jiwa dan saat ini sedang ditangani jajarannya.
Menurut Kasatlantas Polres Tala, insiden tabrakan pick up dengan bus itu diduga berawal dari sopir pick up yang mengantuk, karena berdasarkan olah tempat kejadian dan keterangan saksi, mobil sempat oleng ke bahu jalan kiri dan kembali ke badan jalan, namun agak ke kanan.
“Sebelum tabrakan terjadi, mobil pick up sempat turun ke bahu jalan, kemudian naik namun agak ke kanan, sehingga bertabrakan dengan bus yang meluncur dari arah berlawanan,” kata Kasatlantas.
Kecelakaan lalu lintas merenggut korban jiwa ini merupakan yang ketiga kalinya di ruas jalan trans-Kalimantan atau Jalan Ahmad Yani yang melintasi Kabupaten Tanah Laut.
Peristiwa pertama terjadi pada Senin 1 April 2024 di kawasan Desa Kintapura, Kecamatan Kintap, yang menewaskan Fathan Arkana Rahim, anak berusia dua tahun asal Kotabaru, kejadian berikutnya menimpa pengendara motor Honda megapro, Nurhamidin asal Serongga, Kabupaten Kotabaru. Kejadian pada Sabtu (6/ 4) di Desa Kintap Kecil, Kecamatan Kintap. (zkl/foto: ist)