PELAIHARI, Banuapost.co.id- PT Bandangantirta Agung yang baru saja dikunjungi Bupati Tanah Laut, H Rahmat Trianto, merupakan pabrik pengolahan air mineral lokal dengan label PROF yang sampai saat ini masih eksis, meski ditengah gempuran berbagai label air mineral nasional maupun lokal Kalimantan Selatan.
PT Bandangantirta Agung didirikan tahun 1991 dan mulai beroperasi awal tahun 1992. Pada awalnya pabrik ini berdiri di wilayah Kabupaten Banjar dengan alamat Jalan PM. Noor Desa Padang Panjang-Mandiangin, Kalimantan Selatan.
Kala itu, perusahaan yang didirikan Chendrawan Sugianto memiliki karyawan sekitar 38 orang. Usaha pun terus berkembang selaras dengan kesadaran masyarakat akan kebutuhan air minum yang memenuhi standar air bersih dan sehat.
Dalam perjalanannya, terjadi peningkatan permintaan terhadap produk “PROF” yang cukup signifikan di pasaran. Perusahaan pun merespons dengan melakukan pengembangan dan penambahan kapasitas pabrik. Pengembangan dan peningkatan yang seharusnya dilakukan di pabrik Mandiangin nampaknya tidak dapat maksimal dilakukan, disebabkan kondisi sumber daya air dan sumber daya manusia yang tidak memadai untuk menunjang kegiatan produksi, sehingga dilakukan ekspansi pembangunan pabrik ke wilayah lain.
Akhirnya pada tahun 2006 didirikan pabrik cabang di wilayah Kabupaten Tanah Laut, yang beralamat Jalan Raya Bentok Kampung RT. 05 Desa Bentok, Kecamatan Bati-Bati. Kapasitas terpasang di pabrik pengembangan ini mencapai 150 juta liter/tahun. Jumlah karyawan pabrik pun dalam perjalanannya mengalami peningkatan jumlah hingga mencapai di atas 200 orang lebih.
Di lokasi pabrik ini ada empat jenis air mineral dalam kemasan (AMDK) yang diproduksi, yaitu kemasan cup 220 ml, botol 600 ml, botol 1500 ml dan botol galon 19 l. Sedang untuk pabrik di Mandiangin pada saat ini hanya diproduksi kemasan botol galon 19 liter saja, dengan kapasitas produksi terpasang 30 juta liter/tahun.
Saat ini dengan beberapa mesin semi robot, selain mengeluarkan merek PROF, PT. Bandangantirta Agung juga mengeluarkan produk AMDK dengan label GALUH. Dinamakan Galuh karena merujuk untuk segmen di Martapura dan sekitarnya, serta dari nilai historis pabrik pertama Prof di Kabupaten Banjar.
Pada Tahun 2024 PT Bandangantirta Agung berhasil meraih penghargaan bergengsi pada ajang Standar Nasional Indonesia (SNI) Award 2024 yang diselenggarakan Badan Standardisasi Nasional (BSN).
Pada tahun 2014 PT Bandangantirta Agung meraih emas dalam SNI Award 2014 namun dalam kategori perusahaan barang kecil.
Perusahan beromset ratusan milyar rupiah ini juga pernah meraih penghargaan sidhakarya provinsi kalsel tahun 2018, paramakarya dari kementrian ketenagakerjaan tahun 2019 dan ratusan penghargaan lainnya. (zkl/foto: prokopimtala)