PALANGKA
RAYA, banuapost.co.id– Pimpinan Pusat (PP)
Muhammadiyah, memberikan insentif dan memasukkan para da’inya dalam program
jaminan asuransi.
Soal
insentif dan asuransi itu dikemukakan Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, H
Syamsul Hidayat, saat membuka kegiatan Konsolidasi Dakwah Muhammadiyah, di Palangka
Raya, Jumat (22/3) siang
“Hingga
saat ini, program instentif dan asuransi telah diberikan kepada 70 da’i binaan yang
ditugaskan di berbagai wilayah, termasuk di Kalteng,” jelasnya.
Ke
depan, sambung Syamsul, program diupayakan menjangkau lebih banyak da’i dan
mubaligh di seluruh Indonesia.
Menurutnya,
tunjangan berupa insentif dan jaminan asuransi yang diberikan, merupakan bentuk
perhatian PP Muhammadiyah terhadap mereka yang aktif di kegiatan dakwah dan
syiar Islam.
Terkait
asuransi, program merupakan upaya perlindungan PP Muhammadiyah terhadap
kepastian jaminan keselamatan, maupun layanan kesehatan bagi para mubaligh, seiring
belum maksimalnya layanan program BPJS Kesehatan bagi masyarakat.
“BPJS
itu di era SBY dilaksanakan supaya masyarakat dapat berobat dengan mudah dan
murah. Sekarang, birokrasinya relatif susah, sehingga menyulitkan masyarakat
saat berobat,” tukasnya.
Syamsul
mengkritisi, tatkala masyarakat dituntut untuk aktif membayar iuran, justru
beberapa jenis obat-obatan tertentu tak lagi ditanggung BPJS.
“(BPJS)
banyak yang menunggak pembayaran terhadap rumah sakit, termasuk rumah sakit
Muhammadiyah,” tandasnya..
Kegiatan
yang digelar di Aula Perguruan Muhammadiyah, dirangkai dengan pembentukan Korps Mubaligh
Muhammadiyah Kalteng.
Kegiatan
dihadiri unsur pimpinan Pimpinan Wilayah (PW), yakni Ketua Drs H Yamin Mukhtar
Lc, Wakil Ketua Ahmad Syari’i, Bulkani,
Abu Bakar Muhammad, Prof Drs Norsani Darlan MSpH, serta perwakilan pengurus
Muhammdiyah dari tingkat kota/kabupaten hingga kecamatan se-Kalteng. (sar/foto: ist)
