Di tengah ‘kusutnya’ sistem politik
yang melelahkan untuk diurai anak negeri ini, dan di tengah ancaman disintegrasi
bangsa, kita sangat merindukan
lahirnya seorang negarawan yang tegas, namun bijaksana.
Seorang negarawan sudah pasti seorang politikus yang
handal. Namun sebaliknya, seorang politikus belum
tentu seorang negarawan.
Kerinduan inipun wajar. Sebab meski
sudah
sekian kali negeri kepulauan ini berganti
rezim, namun belum banyak negarawan yang
muncul untuk membawa bangsa dan negara ke
peradaban yang lebih baik lagi.
Di tengah banyaknya politikus, termasuk
kalangan artis, pengusaha dan mantan birokrat,
yang mencuat dengan proses ‘karbitan’ , kenyataannya belum ada juga yang mampu
menjadi seorang negarawan.
Sebaliknya, masing-masing
masih mementingkan pribadi, kelompok maupun partainya. Padahal bisa tampil di panggung politik karena
mayoritas. Mereka yang banting tulang dan berkeringat dingin untuk menyambung
hidup.
Lebih memperihatinkan lagi, pemimpin
yang tampil baik di eksekutif, legislatif
maupun yudikatif, belum sepenuhnya mampu bekerja sesuai harapan rakyat.
Para politikus hanya mampu berjanji sebelum
terpilih. Setelah terpilih, mereka terlena dengan kekuasaan. Kondisi ini terjadi di
hampir semua level kepemimpinan, baik tingkat daerah, pusat maupun nasional.
Parahnya, kekuasaan yang dimiliki digunakan
untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak terpuji, misalnya melakukan
korupsi, menerima suap atau melanggar hukum lainnya.
Jika mau jujur lagi, pemimpin negarawan yang
visioner saat ini semakin berkurang. Sementara pemimpin politisi membanjir, seiring dengan tampilnya
politisi dadakan menjadi pengurus partai politik.
Pemimpin politisi hanya loyal kepada
kepentingan partai. Dengan demikian, pandangan pemimpin politisi lebih
mementingkan kepentingan politik atau kelompoknya.
Seorang pemimpin yang berjiwa negarawan mempunyai
pandangan-pandangan yang berorientasi terhadap kepentingan rakyat, bangsa dan
negara. Bukan untuk kepentingan partai politik.
Seorang negarawan sudah pasti didukung luas
rakyat, sehingga akan mampu menjadi pemimpin yang visioner dan akan mampu
melahirkan kebijakan yang berorientasi pada kepentingan rakyat.
Karena itu menjelang hajatan
besar bangsa ini, Pemilu 2019,
kita berharap muncul
negarawan-negarawan
yang sudah teruji kemampuannya untuk membawa Indonesia menuju kemakmuran,
keadilan, kesejahteraan dan peradaban yang
lebih baik lagi. Semoga. (yebe/aktivis
media)
