BANJARMASIN, banuapost.co.id–
Perbaikan dan pemasangan tiga valve
(katup) baru berdiameter 500 dan 600 milimeter pada pipa PDAM Bandarmasih, Rabu
(24/7), mengakibatkan distribusi air bersih ke ribuan pelanggan di tiga
kecamatan Kota Banjarmasin, mati total selama enam jam.
Wilayah terdampak gangguan distribusi air bersih ini,
meliputi seluruh Banjarmasin Barat. Kemudian sebagian Banjarmasin Tengah, serta
sebagian Banjarmasin Utara.
Perbaikan dilakukan sebagai upaya optimalisasi distribusi
air bersih ke pelanggan. Karena tiga katup yang diganti, usianya cukup tua,
dipasang sejak 1972 dan 1995.
“Perbaikan ini dilakukan untuk menghadapi musim kemarau.
Khususnya bila terjadi interusi air laut,” kata Manajer Pelaksana PDAM
Bandarmasih, Suhardi.
Katup yang diganti, lanjut Suhardi, untuk memudahkan
distribusi air baku dari IPA 2 Pramuka, bila terjadi interusi air laut di intake
Sungai Bilu.
“Sehingga jika terjadi pengurangan sumber air baku dari
Sungai Bilu, maka sistem pelayanan PDAM Bandarmasih akan tetap berjalan secara
normal, meski tetap ada pengurangan air nantinya,” jelasnya.
Perbaikan dan pemasangan tiga katup, sambung Suhardi, diperkirakan
memakan waktu lima sampai enam jam. Namun untuk pemulihan distribusi ke
pelanggan, bisa memakan waktu lebih lama.
“Bahkan untuk wilayah pelanggan paling ujung, bisa
memakan waktu hingga lima hari,” imbuh Suhardi.
Sebelumnya, PDAM Bandarmasih sudah mensosialisasikan
perbaikan agar pelanggan yang terdampak mempersiapkan penampungan air.
Namun apabila pelanggan kehabisan stok air bersih selama
masa pemulihan itu, bisa memesan kolektif untuk pendistribusian air bersih
menggunakan tangki secara gratis. (emy/foto:
ist)
