SAMPIT, banuapost.co.id– Nelayan Desa Sei Ijum
Raya (Sijura), Mentaya Hilir Selatan (MHS),
Kabupaten Kotim, Kalteng, sudah beberapa bulan ini terpaksa menambat perahu
karena angin bertiup kencang dan ombak besar.
Meski memaksakan diri
melaut untuk mengais rejeki, perahu yang digunakan pun kecil dan batasannya
sekitar teluk saja. Itupun spot-spot yang keberadaan ikannya tidak banyak.
“Musim kemarau
ombak besar sejak Juli hingga tak semua nelayan pergi dapat melaut,” ujar Anang
Salam, Ketua Kelompok Nelayan Jaya 1, yang ditemui banuapost.co.id, Rabu (21/8), dikediamannya
Memang ada sebagian
nelayan yang pernah mencoba, itupun merugi antara pendapatan dan hasil tangkap
tak sesuai dengan biaya pengeluaran.
Selama tak melaut akibat
angin dan ombak besar, menurut Anang, nelayan hanya merawat kolam-kolam ikan
yang ada di tambak. Sedang hasilnya kalau dijual, cuma untuk bertahan.
“Meski demikian,
Alhamdulillah buat bertahan dengan menjual hasil budidaya ikan ini,” imbuh
Anang.
Menurut Anang, jumlah
perahu nelayan yang ada di desa Sei Ijum Raya sebanyak 40 buah. Perahu jenis
balapan dengan ukuran muatan cuma 1 – 3 ton saja. (urd/foto: ist)
