BANJARMASIN, banuapost.co.id–
Puluhan mahasiswa dan pelajar menggelar aksi solidaritas dan simpati atas tewasnya
demonstran di Kendari, Sulteng. Dalam aksi ini, mereka menyalakan lilin di
halaman Kantor DPRD Kalsel, Kamis (26/09) malam.
Mahasiswa menilai tindakan, reprensif aparat telah
melewati batas. Ironisnya, memakan korban jiwa seorang mahasiswa saat
berdemontrasi.
“Harapan kami, aparat menjalankan tugas sesuai aturan
undang-undang,” ucap Fahrian Noor, perwakilan aliansi mahasiswa Kalsel.
Aksi solidaritas ini turut menarik empati seorang warga
di sekitar lokasi. Salah satunya, Rohana, seorang pemulung usia 64 tahun yang
ikut serta menyakan lilin dan bergabung dengan para mahasiswa.
“Menyalakan lilin itu biasa, yang penting inti
sarinya. Rakyat itu semua pada resah. Tolong semoga DPR membuka pintu hatinya,
supaya rakyat sejahtera dan mulia,” ucapnya kepada awak media.
Pemulung ini pun menuturkan doa sembari memegang lilin
disertai isak tangis.
Menurut Rohana, pihak yang didemo hendaknya sadar dan
berbenah untuk kepentingan rakyat.
“Semoga Allah memberkati. Saya tidak bisa memberi
apa-apa, hanya bisa mengasih doa. Semoga yang didemo itu sadar, membukakan
pintu hatinya. Ya Allah ya Rabbi hidupkan lah lilin ini sampai terang di hati
nurani yang mulia, di hati nurani yang suci. Pegawai dijadikan sama (oleh)
rakyat, kembali lah kepada rakyat,” tutur Rohana. (emy/foto: deny yunus)
