BANJARBARU, banuapost.co.id–
Meski di sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk di Provinsi Kalsel, mahasiswa turun
ke jalan menyuarakan penolakan atas pembahasan beberapa RUU, kaum intelektual yang
satu ini sebaliknya.
Mereka justru ikut membantu memadamkan api yang terjadi
di kawasan samping Bandara Syamsudin Noor Km 21, tepatnya di Jl Guntung Damar, Landasan
Ulin, Kota Banjarbaru, Senin (20/9) pagi.
Bahkan Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor, Kapolda Irjen Pol Yazid Fanani, Danlanal Banjarmasin,
Pejabat Utama Polda dan Ketua Bhayangkari Daerah Kalsel, Ny Rinny Yazid Fanani,
beserta Pengurus Bhayangkari Kalsel, yang melakukan pengecekan dan pemadaman karhutla,
melihat langsung aksi sosial mahasiswa Fakultas Perhutani ULM itu.
Salah seorang mahasiswi, yang dijumpai di lokasi, menuturkan,
meski rekan-rekannya turun ke jalan
melakukan aksi demo, namun tidak menyurutkan ia dan rekannya yang lain untuk
membantu para petugas Tim Satgas Karhutla memadamkan kebakaran lahan.
“Ya kami ikut laah. Ikut padamkan, ternyata susah
juga,” aku mahasiswi yang wanti-wanti tak mau disebutkan namanya,
bergabung membantu memadamkan api bersama para personil Polda Kalsel yang
terlibat dalam Ops Kepolisian Kontijensi Karhutla Intan 2019 dan personil
Mangala Agni.
Meski demikian, mahasiswi itu meminta aparat penegak
hukum bertindak tegas kepada pelaku karhutla, baik perseorangan maupun
korporasi. Selain untuk menyudahi peristiwa tahunan itu, juga jangan sampai karhutla
makin membesar.
Diakuinya, ia dan rekan-rekannya akan berupaya melakukan
pencegahan agar kebakaran tidak merembet ke lokasi-lokasi lain, baik di gambut
maupun di hutan. Apalagi sudah masuk ke wilayah permukiman. (*/yb/foto: ist)
