SAMPIT. banuapost.co.id– Kayu bulat atau log dengan
merek PT Industrial Forest Plantation (IFP), Kementerian Lingkungan Hidup dan
Kehutanan RI, terdampar berserakan di Pantai Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk
Sampit, Kotim, Selasa (1/10).
Warga masyarakat yang
bermukim sekitar pantai Dusun Kalab, Desa Ujung Pandaran, sempat heran melihat
kayu bulat terbawa arus air laut hingga terdampar ke bibir pantai.
“Ada dari petugas
Pos Airud Samuda bilang, kalau ada kayu log dari tongkang yang karam,”
ujar Kades Ujung Pandaran, Aswin Nur, kepada banuapost.co.id, kemarin.
Dari laporan itu, lanjut
camat, Danpos Airud Samuda, mengimbau masyarakat untuk ikut mengamankan
kayu-kayu log itu, sampai pihak
perusahaan mengambilnya.
Sementara menurut Danpos
Airud Samuda, Brigadir Rizal SY, kayu
bulat yang berserakan berasal dari tongkang yang berangkat dari Lahai,
Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Kalteng, menuju Rembang, Jawa Tengah.
Melalui Kapuas dan
Muara Batanjung, sekira pukul 20:00 WIB, Sabtu (28/9), setelah beberapa hari
perjalanan, kisaran 10 mil sampai 15 mil sekitar laut Bawean, tongkang
mengalami kebocoran.
Kayu log dari Hutan
Tanaman Industri (HTI) sebanyak 2.500 potong lebih itu, dalam perjalannya
ditarik sebuah tugboat. Karena tongkang mengalami kebocoran, nakhoda putar
haluan untuk berteduh di Muara Sampit.
Namun dalam perjalanan
kembali, tongkang dihajar cuaca buruk hingga tenggelam.
“Sebanyak 2.500 potong
lebih kayu log bertebaran di laut. Perkiraan dari muara Teluk Sampit ke TKP
sekitar 12 mil. Dari pantai Dusun Kalab Ujung Pandaran kurang lebih 3 – 4 mil
ke laut,” prediksi danpos.
Tugboat Cahaya Utama
dan sejumlah awaknya, lanjut Brigadir Rizal, selamat. Namun tongkang Mega 188
yang ditarik tenggelam.
“Tugboat bersama
krunya berjumlah 7 orang selamat. Mereka kini berada di Sampit. Sedang tongkang
tenggelam, dan muatan masih berserakan di laut,” ujar Brigadir Rizal yang
baru sepekan menjabat. (urd/foto: ist)
