BATU AMPAR, banuapost.co.id–
Setelah hampir 19 jam dalam pencarian, Seprinus (21), yang hilang setelah
bercebur ke bekas tambang batubara PT TKD, Selasa (1/10), akhirnya berhasil
ditemukan penyelam dari Basarnas Banjarmasin.
Pemuda asal Kecamatan Boking, Timor Tengah Selatan, Nusa
Tenggara Timur itu, ditemukan penyelam pada kedalaman 15 meter di dasar bekas
galian tambang batubara yang menjadi danau itu.
Sebelumnya, pencarian dilakukan di permukaan oleh anggota
BPBD Tala, Babinsa Pos Ramil Batu Ampar, Anggota Polsek Batu Ampar dan
rekan-rekan korban, termasuk karyawan PT Gawi Makmur Kalimantan (GMK), tempat
korban bekerja.
Menurut Kepala Pelaksana BPBD Tala, M Kusri, yang datang
ke TKP, ketiadaan peralatan yang dimikili BPBD Tala untuk melakukan pencarian di
dasar danau, menyebabkan insatasinya perlu mendatangkan Tim Basarnas Banjarmasin.
“Setelah hampir 12 jam menunggu jasad korban muncul
kepermukaan, ternyata tidak membuahkan hasil sampai akhirnya datang bantuan
dari Basarnas Banjarmasin,” ujar M Kusri.
Dua penyelam Basarnas Banjarmasin dibantu rekannya dan
anggota BPBD, sempat dua kali melakukan penyelaman. Pertama dilakukan pada
kedalam sekitar 10 meter, sesuai dengan lokasi yang ditunjukkan dua rekan
korban.
Gagal menemukan jasad korban pada penyelaman pertama,
Salman dan rekannya bergeser ke tengah atau sekitar 10 meter dari titik
penyelaman pertama.
Pada penyelaman kedua ini, tepatnya kisaran pukul 11:10 Wita,
Salman berhasil menemukan jasad korban di dekat batu yang diturunkan sebagai
titik awal penyelaman.
Menurut Salaman pada penyelaman pertama di titik yang
ditunjukkan rekan korban, ia dan rekannya belum menemukan dasar danau. Sehingga
yakin, korban tidak di ke dalaman tersebut.
“Pada penyelaman pertama itu , ke dalaman hanya 10 meter
dan bukan dasar danau. Melainkan bagian dinding danau,” ujar Salman.
“Jasad korban tidak jauh dengan batu besar yang
diturunkan rekan-rekan dari perahu karet,” ujar penyelam senior di Basarnas
Banjarmasin ini.
Setelah ditemukan, jasad Seprinus langsung dievakuasi
Kalak BPBD Tala dengan rombongan ke RSUD Hadji Boejasin Pelaihari untuk
keperluan visum. (zkl/foto: ist)
