KIRAM, banuapost.co.id–
Temu Wicara Kenal Medan (TWKM) XXXI Mapala se-Indonesia di Desa Kiram,
Kabupaten Banjar, ditutup Gubernur Kalsel H SahbirinNoor, Sabtu (26/10).
Acara yang telah digelar sejak Senin (21/10, diikuti
kurang lebih sebanyak 200 organisasi kemahasiswaan pecinta alam se-Indonesia.
“Peserta terjauh berasal dari Merauke,” kata
Ketua Umum Meratus UIN Antasari Banjarmasin, Fahmi Ridho.
Paman Birin, sapaan akrab Gubernur Kalsel, mengapresiasi
terlaksananya kegiatan tersebut, karena merupakan wujud komitmen dan kecintaan
masyarakat terhadap alam.
Selain itu, gubernur juga menyampaikan komitmen
pemerintah yang ikut menjaga kelestarian alam lewat usulan dan ditetapkannya Pegunungan
Meratus sebagai geopark.
Seperti yang diketahui, sejak awal menjabat sebagai
Gubernur Kalsel, Paman Birin, juga ikut aktif melestarikan alam dengan program
Revolusi Hijau sebagai upaya penghijauan dan pemulihan lahan kritis yang
dicanangkannya.
“Sekarang kita usulkan ke Unesco untuk menjadi
geopark internasional, seperti geopark internasional yang ada di beberapa
daerah di Indonesia,” ujar Paman Birin.
Paman Birin berharap, melalui kegiatan yang telah
dilaksanakan organisasi lemahasiswaan pecinta alam tersebut, dapat memberikan
kesan damai dan meningkatkan kesadaran untuk menjaga kelestarian alam.
“Saya berharap, dengan kegiatan seperti ini, kita
dapat mengajak orang di sekitar kita dapat lebih memperhatikan kelestarian alam,”
tandasnya. (cin/foto: ist)
