JAKARTA, banuapost.co.id– Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Agus Andrianto, minta agar semua bantuan pemerintah dan swasta dalam penanganan Covid-19 dikawal.
“Bantuan-bantuan, baik dari pemerintah, Polri, maupun pihak-pihak swasta, agar dikawal supaya bisa sampai sesuai dengan tujuan yang sudah direncanakan,” tegas Komjen Agus.
Komjen Agus yang juga Kepala Operasi Terpusat (Kaopspus) Kontinjensi Aman Nusa II-Penanganan Covid-19 2020, menginstruksikan hal itu ketika memimpin rapat evaluasi Operasi Aman Nusa II 2020 di Ruang Rapat Baharkam di Mabes Polri, Rabu (8/4).
Kabaharkam mengingatkan, sebagai aparat negara yang mendukung kebijakan pemerintah, yang telah menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), agar berhati-hati dalam bertindak jangan sampai kegiatan yang dilakukan malah membuat perekonomian masyarakat terhenti.
Rapat dihadiri para Kasatgas 1-6, Kapusdalops, Kasetops, Kaposko, Kaminops, dan Kasubsatgas Opspus Kontinjensi Aman Nusa II-Penanganan Covid-19.
Dijelaskan Komjen Agus, berdasarkan data per 7 April 2020, kondisi global kasus Covid-19 mencapai 1.214.466 kasus terkonfirmasi, 67.767 kematian tersebar di 211 negara.
Di Indonesia sendiri, ada 2.738 kasus terkonfirmasi, 204 sembuh, 221 meninggal dunia, dan tersebar di 32 provinsi.
Dari data tersebut, ada beberapa hasil evaluasi dan perlu ditindaklanjuti para Kasatgas atau Kasubsatgas.
“Agar para Kasatgas membuat rencana kegiatan operasi, per Satgas/Subsatgas, menyesuaikan perkembangan situasi, termasuk antisipasi kegiatan masyarakat menjelang Ramadhan dan lebaran Idul Fitri 2020,” imbuhnya.
Kabaharkam Polri juga menginstruksikan agar para Kasatgas membuat program yang memudahkan dalam menginput data dan mengkompulir data demi kemudahan melakukan evaluasi.
“Akan diberikan skor kepada Polda yang rajin dan tidak. Buat daftar ranking dan berikan reward,” katanya. (yb/*/foto: ist)