PELAIHARI, banuapost.co.id– Guru Sanusi, seperti juga warga lainnya yang tak memiliki penghasilan tetap, pasti akan begitu bahagia diberi sembako. Atau apalah untuk sekadar menyambung hidup di tengah sebaran virus korona ini.
Bagaimana tidak. Untuk bacari saja sudah makin tidak jelas dapat atau tidaknya. Sementara pembatasan yang diberlakukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus korona, dampaknya sudah terasa menghantam sektor perekonomian.
Karena itu jika ada yang memberi paket sembako, ucapan Alhamdulillahnya bisa berkali-kali. Seperti itu juga yang dialami Sanusi, seorang guru ngaji di Kota Pelaihari.
Begitu bahagianya Guru Sanusi ketika menerima bingkisan sembako dari Yana Marliana, Kordinator Penyuluh Agama Kantor Kementerian Agama Tanah Laut, Kamis (16/4) sore.
Guru mengaji itu mengucapkan terima kasih atas bingkisannya dan mendoakan agar dimudahkan rezeki untuk yang memberi.
Guru Sanusi mewakil tujuh warga Pelaihari yang kurang beruntung, mendapatkan bingkisan yang diserahkan langsung Kordinator Penyuluh Agama Tala.
“Alhamdulillah, terima kasih. Semoga berkah, dan yang memberi mendapat rezeki yang berlimpah,” ujar Guru Sanusi setelah menerima bingkisan.
Menurut Yana Marliana, sebelum membagi bingkisan sembako, ia terlebih dahulu mencari warga yang benar-benar pantas mendapat bantuan.
“Saya mendatangi beberapa warga yang saya tahu kondisi perekonomian mereka, termasuk guru mengaji yang juga penyuluh honorer di Kemenag Tala,” ujar Yana saat dikonfirmasi kegiatannya bagi-bagi bingkisan sembako itu.
Yana berharap, masalah wabah korona ini dapat segera berlalu di Tanah Laut. Sehingga geliat perekonomian masyarakat bangkit kembali seperti semula. (zkl/foto: zul yunus)